Berita Terkini Nasional
Nelayan di Batam Ditemukan Tewas, Syahrizal Sempat Hilang 12 Jam
Seorang nelayan di Batam ditemukan tewas setelah sebelumnya dikabarkan hilang saat berada di kelong dini hari.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BATAM - Seorang nelayan di Batam ditemukan tewas setelah sebelumnya dikabarkan hilang saat berada di kelong dini hari.
Jasad yang ditemukan bernama Syahrizal Gunawan (42), merupakan nelayan Desa Bakong, Kecamatan Singkep Barat, Lingga, akhirnya ditemukan warga dan tim gabungan pada Selasa (10/8/2021).
Proses pencarian jasad Syahrizal memakan waktu lebih kurang 12 jam.
Syahrizal akhirnya ditemukan sekira pukul 14.20 WIB.
Camat Singkep Barat, Febrizal Taufik yang ikut bersama dalam tim pencarian mengatakan, korban ditemukan tidak berada jauh dari kelongnya.
Dibantu tim penyelam dari warga Desa Sungai Buluh dan masyarakat Desa Bakong, akhirnya korban bisa dibawa oleh tim Sar.
“Kemungkinan korban jatuh saat akan buang air."
"Kondisinya kurang fit sehingga jatuh ke laut,” kata Taufik saat dikonfirmasi.
Baca juga: Bocah 3 Tahun Ditemukan Tewas, Ternyata Dibunuh Orangtua
Sementara itu, Kapolsek Singkep Barat Iptu Bakri yang juga turut dalam pencarian mengatakan, saat ini jasad korban sudah dibawa ke rumah duka.
“Tim medis turun untuk melakukan pengecekan terhadap tubuh korban,” ungkap Bakri.
Dugaan awal, saat terjatuh, korban mengalami benturan di kepala.
Hal itu tampak dari luka di kepala korban yang cukup serius.
Terpisah, Pelaksana harian Kepala Kantor Basarnas Tanjungpinang Miswadi juga membenarkan jasad nelayan yang hilang di Lingga sudah ditemukan.
"Ya benar, nelayan tersebut bernama Syahrizal, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pukul 15.10 WIB," sebutnya.
Ia menjelaskan, korban diketahui terjatuh dari sebuah kelong di perairan Pulau Bakung, Lingga pada koordinat 0°22'8.52"S 104°20'57.30"T.
"Korban sudah evakuasi dan dibawa menuju rumah duka untuk disemayamkan," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang Nelayan asal Desa Bakong, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga dikabarkan hilang saat beraktivitas di Kelong.
Diketahui saat melakukan aktivitas di kelong, korban atas nama Syahrizal Gunawan ditemani istrinya.
Hilangnya Gunawan disadari sang istri, Niza saat terbangun dari tidurnya sekira pukul 03.00 WIB.
Niza Kaget Hanya Temukan Pakaian Suami
Sebelumnya diberitakan, Niza sedang kalut.
Warga yang tinggal di Desa Bakong, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri ini masih mencari sang suami, Syahrizal Gunawan.
Baca juga: Kisah Duka Anggota Paskibraka Meninggal Dunia, Badan Penuh Lebam hingga Tewas Kecelakaan
Mereka berdua sama-sama berada di kelong.
Niza terkejut ketika terbangun dari tidur Selasa (10/8/2021) sekira pukul 3 dini hari, ia hanya menemukan pakaian suaminya.
Syahrizal Gunawan diduga terjatuh dari kelong.
Hilangnya nelayan asal Desa Bakong itu juga dibenarkan oleh Kasatpolairud Polres Lingga, AKP Thomas Charles saat dikonfirmasi via sambungan seluler.
Saat ini, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari anggota Polres Lingga yang sedang mencari keberadaan nelayan tersebut.
Camat Singkep Barat, Febrizal Taufik juga mengabarkan saat ini ia bersama tim sedang melakukan pencarian bersama warga.
"Mohon doa, agar segera kita temukan, amin" ucap Taufik melalui pesan WhatsApp.
Sebanyak 47 Nelayan Hilang
Kisah lain tentang nelayan hilang pernah terjadi di perairan Kalimantan Barat.
Ketika itu, sebanyak 47 nelayan hilang setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam dihantam ombak di perairan Kalimantan Barat.
Satu unit helikopter super puma milik TNI AU di Landasan Udara Supadio Pontianak dikerahkan untuk mencari puluhan nelayan yang hilang di perairan Kalimantan Barat.
Untuk diketahui, sebanyak 14 kapal nelayan yang mengangkut 136 ABK hilang setelah dihantam badai pada Rabu (14/7).
Hingga kini masih ada total 47 orang yang masih dalam proses pencarian.
Dikutip dari Kompas.com, Jumat (16/7), tim SAR hingga kini masih melakukan pencarian terhadap para korban.
Untuk memaksimalkan upaya, TNI AU mengirimkan satu unit helikopter super puma untuk membantu pencarian.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Yopi Haryadi, helikopter tersebut digunakan untuk melakukan penyisiran udara di area hilangnya korban.
Yopi menjelaskan, pencarian menggunakan helikopter diharapkan dapat mempercepat penemuan korban.
Diketahui sebanyak 14 kapal nelayan dan 136 anak buah kapal (ABK) hilang setelah dihantam badai pada Rabu dini hari.
Setelah dilakukan upaya pencarian, sebanyak 80 orang ditemukan selamat, dan sembilan orang meninggal dunia pada Kamis (15/7).
Sementara itu, 47 orang lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.
“Hingga saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap 47 anak buah kapal,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Eryk Subarianto, Jumat (16/7/2021).
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Eryk Subarianto menuturkan, belasan kapal nelayan tersebut hilang seusai dihantam badai karena cuaca ekstrem.
Menurut Eryk, kapal-kapal tersebut hilang bersamaan di sejumlah daerah di perairan Kalimantan Barat.
Di antaranya adalah perairan Kabupaten Sambas, Kabupaten Kubu Raya, dan perairan Muara Jungkat, Mempawah.
Baca juga: TKW Asal Indramayu Tewas Ditikam Mantan Pacar, Pelaku Sempat Sembunyi di Hutan
Dilaporkan saat peristiwa terjadi, gelombang mencapai empat hingga lima meter.
Meski proses pencarian juga terkendala cuaca ekstrem, pihak SAR terus berupaya melakukan proses ini.
Sumber: TribunBatam.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/nelayan-di-batam-ditemukan-tewas-syahrizal-sempat-hilang-12-jam.jpg)