Breaking News:

Lampung Barat

Piawai Manfaatkan Lahan Kosong, Petani di Lambar Raup Omzet Rp 150 Juta dalam Tempo 90 Hari

Berbicara soal pangan erat kaitannya dengan persoalan hidup matinya suatu bangsa. Manakala kebutuhan pangan tidak tercukupi, maka suatu negara atau

Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: soni
dokumentasi
Sumarmin di kebun kentang miliknya 

 
 TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Berbicara soal pangan erat kaitannya dengan persoalan hidup matinya suatu bangsa. 

Manakala kebutuhan pangan tidak tercukupi, maka suatu negara atau daerah pastilah mengalami kelumpuhan.

Pangan juga hampir tak bisa lepas dari sektor cangkul-menyangkul.

Dari pertanian, tidak hanya pangan yang bisa terpenuhi, kebutuhan lainnya atas penjualan hasil pertanian juga dapat terpenuhi jika diimbangi dengan pengolahan lahan pertanian yang baik. 

Seperti Sumarmin, petani asal Pekon Tambak Jaya, Way Tenong, Lampung Barat yang berhasil meraup omzet hingga Rp 150 juta hanya dalam 90 hari.

Meraup omzet sebesar itu berkat kepiawaiannya dalam mengolah lahan yang ia tanami dengan tanaman pangan.

Bagaimana ia bisa meraup omzet sebesar itu? Lantas, apa rahasianya?

Marmin begitulah ia biasa disapa, merupakan satu di antara petani di Lampung Barat yang mendukung kebijakan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus tentang Ketahanan Pangan Mandiri (PM).

Kebijakan PM dikeluarkan bupati lantaran masa Pandemi Covid-19 yang belum juga usai.

Guna mengantisipasi terjadinya krisis pangan di masa Pandemi Covid-19, Bupati mengeluarkan kebijakan PM.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved