Breaking News:

Metro

Kapolres Ingatkan KBM Tatap Muka di Metro Lampung Tak Perlu Buru-buru Dilaksanakan

Kapolres Kota Metro AKB Yuni Iswandari Yuyun menilai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di wilayah setempat tidak perlu terburu-buru.

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Hanif Mustafa
Dokumentasi Guru
Ilustrasi. Kapolres Kota Metro AKB Yuni Iswandari Yuyun menilai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di wilayah setempat tidak perlu terburu-buru 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Kapolres Kota Metro AKB Yuni Iswandari Yuyun menilai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di wilayah setempat tidak perlu terburu-buru dilaksanakan.

"Prediksi ke depannya nanti jika dilaksanakan, kita harus mengantisipasi sekolah yang tidak patuh menjalankan sesuai prokes," ujarnya saat Rapat Rencana Pembelajaran Tatap Muka tahun 2021, Minggu (5/08/2021).

Selain itu, harus ada pengawasan sekolah dan sosialisasi kepada masyarakat. Kapolres meminta, agar Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Kominfo dan Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi KBM.

Wali Kota Metro Wahdi mengatakan, bahwa untuk KBM sesuai dengan SKB 4 Menteri. Dinas Pendidikan akan melakukan simulasi terlebih dahulu sebelum melaksanakan dan tetap berkomunikasi dengan orang tua murid.

"Simulasi ini harus dibuat sebaik mungkin dan kalau bisa kita memilih satu ruang terbuka untuk proses KBM ini. Dan guru-guru tentu harus sudah melakukan vaksinasi sebanyak 2 kali dan sehat. Kemudian untuk sarana dan prasarananya harus dicukupi," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro menyatakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka wajib disertai surat izin orang tua atau wali murid.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Puspita Dewi mengatakan proses KBM tatap muka dilaksanakan dengan pembatasan jumlah peserta pada tingkat SD dan SMP.

Baca juga: Wali Kota Wahdi Apresiasi Pembangunan Masjid di Metro Timur Lampung

"Disertai dengan surat persetujuan orang tua," ujarnya, Minggu (15/08/2021).

Selain itu, harus ada Satgas Covid-19 di sekolah.

Terkait mekanisme pelaksanaan kegiatan PTM pada PAUD meliputi TK, dijadwalkan tiga kali pertemuan dalam satu minggu, Kelompok Bermain dijadwalkan dua kali pertemuan dalam satu minggu.

"Pelaksanaan kegiatan bermain dan belajar di PAUD dilaksanakan di luar maupun di dalam ruangan. Untuk jumlah kuota kelas dan waktu pada TK dan Kelompok Bermain maksimal lima anak per kelas," imbuhnya.

Sementara untuk SMA dan SMK/MA menjadi tanggung jawab dari Dinas Pendidikan Provinsi.

Wakil Wali Kota Qomaru Zaman mengaku kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dilakukan dan tidak perlu terburu-buru. Karena pengawasan kegiatan belajar mengajar harus bertanggung jawab sampai ke tingkat orang tua.

Baca juga: Satgas Covid Imbau Peniadaan Lomba 17 Agustus di Kota Metro Lampung

"Jika ada beberapa kabupaten/kota di Provinsi Lampung sudah melakukan tatap muka, kemungkinan Kota Metro bisa melakukan hal yang sama dan tetap dilakukan pengawasan sesuai protokol kesehatan yang berlaku," imbuhnya. ( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjutak ) 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved