Apa Itu
Apa Itu Adaptasi Tumbuhan
Untuk bisa mempertahankan eksistensi spesies, makhluk hidup perlu beradaptasi. Namun apa itu adaptasi tumbuhan? Simak penjelasan selengkapnya.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: taryono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Setiap makhluk hidup membutuhkan adanya adaptasi agar bisa bertahan hidup, tak terkecuali tumbuhan. Namun seperti apa itu adaptasi tumbuhan?
Sebagai satu di antara makhluk hidup, keberadaan tumbuhan terbilang penting atau esensial.
Sebab, tumbuhan menyediakan makanan bahkan menjadi makanan bagi makhluk hidup lain, seperti hewan dan manusia.
Keberadaannya yang sudah ada selama jutaan tahun itu memerlukan adanya adaptasi.
Natural History Museum dalam Kompas.com menyebutkan bahwa tumbuhan atau tanaman telah hidup di bumi sejak 500 juta tahun yang lalu.
Untuk bisa bertahan selama itu, tanaman terus menyesuaikan diri terhadap lingkungannya atau yang kemudian disebut dengan adaptasi.
Selain beradaptasi, mereka juga berevolusi hingga bisa bertahan sampai saat ini.
Melansir dari Think Trees, adaptasi tumbuhan adalah fitur khusus tumbuhan yang memungkinkan adanya kehidupan dengan cara menyesuaikan diri lingkungan tertentu.
Namun bila melihat pengertian adaptasi tumbuhan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah ini secara terpisah bisa dimaknai sebagai perubahan diri makhluk hidup (fungsi, atau struktur).
Perubahan itu dilakukan agar sesuai atau dapat bertahan dalam kondisi lingkungannya.
Tujuan adaptasi
Dalam adaptasi tumbuhan, proses ini akan menghasilkan ciri fisik, fisiologi, juga kebiasaan khusus pada tanaman atau tumbuhan terhadap lingkungan tertentu.
Itu sebabnya, habitat dari komunitas tumbuhan yang berbeda juga akan ditinggali oleh beragam tanaman yang memiliki ciri yang berbeda.
Adapun tujuan adaptasi tumbuhan, yaitu untuk mendapatkan makanan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan, menjaga kelangsungan hidup.
Namun, tujuan adaptasi tumbuhan yang utama adalah untuk mempertahankan eksistensi atau keberadaan spesiesnya di Bumi.
Jenis adaptasi tumbuhan
Adapun jenis adaptasi tumbuhan yang dilihat berdasarkan jenis perubahannya, yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi kebiasaan.
1. Adaptasi morfologi
BBC menyebutkan bahwa adaptasi morfologi atau struktural adalah perubahan fitur fisik tumbuhan yanh memungkinkan mereka untuk bersaing dan menyesuaikan diri di lingkungan.
Adaptasi morfologi dapat terlihat secara langsung. Adaptasi morfologi terjadi sesuai dengan jenis habitat yang ditumbuhi oleh tanaman.
Adaptasi morfologi dibagi menjadi:
a. Xerofit
Xerofit adalah adaptasi tumbuhan di lingkungan yang kering dan kekurangan air.
Adaptasi xerofit dilakukan dengan cara mengurangi penguapan air dari dalam tubuh tumbuhan, mengembangkan tubuh yang dapat menyimpan air, dan mengembangkan akar dengan cakupan luas untuk meningkatkan penyerapan air.
Contohnya adalah kaktus yang mengubah daunnya menjadi duri, melapisi batangnya dengan lapisan lilin, memperkecil permukaan akarnya, sehingga bisa mengurangi penguapan.
Kaktus juga memiliki akar yang panjang dan menyebar sehingga memiliki jangkauan serapan air yang lebih luas.
b. Hidrofit
Hidrofit adalah adaptasi tumbuhan yang hidup di lingkungan basah atau bahkan terendam air secara terus-menerus.
Tumbuhan hidrofit beradaptasi dengan cara mengembangkan tubuh yang anti air dan bakteri sehingga tidak mengalami pembusukan meski terus-menerus terendam.
Berdasarkan situs Biology Discussion, tumbuhan hidrofit memiliki batang yang lunak dan lemah, jaringan vaskular yang tidak terlalu berkembang, akar yang tipis dan sedikit, dan memiliki jaringan spons atau tabung udara sehingga tidak tenggelam ke dasar air.
Contohnya adalah bunga lotus memiliki daun yang besar sehingga bisa menguapkan air dalam jumlah besar.
Lotus juga memiliki daun yang anti air, bakteri, dan kotor sehingga dapat bertahan tanpa busuk walau terus-menerus terendam.
Batang lotus memiliki selongsong udara yang memungkinkannya terapung di atas permukaan air.
c. Higrofit
Higrofit adalah adaptasi tumbuhan dengan lingkungan yang lembap atau memiliki kadar air tinggi di udara.
Tumbuhan higrofit beradaptasi dengan cara mengembangakan lapisan lilin untuk menahan air dan bakteri agar tidak masuk, beberapa tumbuhan memiliki daun yang besar dan tipis untuk menangkap lebih banyak sinar matahari.
Contohnya adalah tumbuhan paku memiliki daun yang lebar dan banyak stomata sehingga bisa menangkap sinar matahari lebih banyak, sekaligus lebih cepat menguapkan air.
Paku juga memiliki akar rimpang yang lemah karena tidak pernah kekurangan air.
Akar tersebut juga dikembangkan untuk reproduksi karena penyerbukan angin dalam daerah lembap kurang memungkinkan.
d. Halofit
Halofit adalah adapts tumbuhan dengan lingkungan yang memiliki kadar salinitas (keasinan) tinggi.
Tumbuhan halofit beradaptasi dengan cara mengembangkan struktur tubuh yang bisa menoleransi kadar garam yang relatif tinggi.
Misalnya tumbuhan tembakau yang mengembangkan lapisan lilin agar air garam tidak masuk dan jalur pengangkutan vaskular yang membuatnya bisa mengeluarkan garam yang diserap dari air laut.
Tembakau juga memiliki stomata yang bisa tertutup jika terendam air laut, sehingga air garam tidak langsung masuk.
2. Adaptasi fisiologi
Adaptasi fisiologis adalah penyesuaian intraseluler, biokimia , dan metabolisme yang sedang berlangsung di dalam tubuh organisme untuk mempertahankannya dalam keseimbangan di bawah kondisi lingkungan apa pun.
Contoh adaptasi fisiologis adalah mekanisme CAM (Crassulacean Acid Metabolism).
Mekanisme CAM yaitu kemampuan menyimpan karbon dioksida pada malam hari dan menggunakannya hanya pada siang hari untuk fotosintesis seperti pada kaktus.
Adaptasi fisiologis juga dilakukan beberapa tumbuhan dengan memproduksi racun untuk mempertahankan dirinya dari hewan herbivora.
Contoh tumbuhan yang memproduksi racun adalah jelatang dan nightshade.
3. Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku adalah jenis adaptasi yang menghasilkan kebiasaan tumbuhan untuk dapat membantu tumbuhan bertahan hidup.
Misalnya tumbuhan hutan hujan tropis cenderung tumbuh ke atas dan arah cahaya untuk mendapat sinar matahari cukup.
Sementara pada tumbuhan jati, umumnya tanaman itu akan menggugurkan daunnya setiap kali musim kemarau.
Pohon jati melakukannya untuk mengurangi penguapan, sehingga jati tetap bisa hidup walau dalam kondisi tanah yang mengalami kekeringan.
Itulah penjelasan mengenai apa itu adaptasi tumbuhan. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-adaptasi-tumbuhan.jpg)