Breaking News:

Bandar Lampung

Jubir Satgas Covid-19 Bandar Lampung Imbau Masyarakat Tak Kendor Prokes Meski Zona Oranye

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bandar Lampung Ahmad Nurizki Erwandi imbau masyarakat Bandar Lampung untuk terus menerapak prokes.

Instagram Diskominfo Kota Bandar Lampung
Ilustrasi data jumlah penanganan kasus Covid-19 di Kota Bandar Lampung. Jubir Satgas Covid-19 Bandar Lampung imbau masyarakat tak kendor prokes. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDAR LAMPUNG - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bandar Lampung Ahmad Nurizki Erwandi meminta masyarakat tidak kendor dalam penerapan protokol kesehatan (prokes).

"Pada prinsipnya Alhamdulillah Bandar Lampung bisa ke zona oranye (setelah sebelumnya merah). Tapi tetap diharapkan kerjasama semua pihak, satgas Covid, termasuk masyarakat, dengan adanya penurunan ini jangan lengah. Tetap harus disiplin melaksanakan prokes 5 M," harap Nurizki saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Selasa (17/8/2021) petang.

Dengan begitu, Bandar Lampung bisa secepatnya beralih ke zona kuning atau bahkan hijau.

Saat ditanya mengenai apakah akan ada pengurangan penyekatan, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait lainnya. 

"PPKM kan sampai 23 Agustus dan masih menunggu arahan lebih lanjut" ujar dia.

"Kalau bisa keluar dari PPKM Level 4 dan tidak masuk Level 3 juga, agar kegiatan sosial kemasyarakatan bisa berjalan dengan lancar," imbuhnya.

Baca juga: Seorang Warga Bandar Lampung Kaget Mendapati Mobil Berisi Uang Rp 190 Juta Raib Digondol Maling

Terkait tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan adanya banyak titik penyekatan yang mempersulit saat menuju tempat bekerja, dikatakan Nurizki tujuan penyekatan memang untuk membatasi mobilitas. Termasuk bagi pekerja yang seharusnya melaksanakan work from home (WFH).

"Terkait PPKM ini memang untuk membatasi mobilitas juga. Ibu Wali Kota Bandar Lampung sebelumnya mengatakan paling tidak harus terjadi penurunan mobilitas 30 persen," ungkapnya lebih lanjut.

Prinsip mengapa mobilitas harus diturunkan termasuk melalui penyekatan, terusnya, agar masyarakat benar-benar bisa di rumah saja. Terlebih jika tidak ada hal terlalu penting atau urgen untuk berada di luar rumah. Tujuannya agar Bandar Lampung segera keluar dari PPKM Level 4 ini.

"Harap bersabar dulu kalau memang mau keluar dari PPKM Level 4. Semua orang pasti punya kebutuhan dan kepentingan, tapi kami berharap itu kepentingan yang paling utama, jika bisa belanja di dekat rumah tidak harus pergi yang jauh-jauh dulu. Intinya mengurangi mobilitas terutama di tengah kota," tandas dia. ( Tribunlampung.co.id / Sulis Setia Markhamah )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved