Apa Itu

Apa Itu Pengukuran

Pengukuran adalah suatu proses memberikan bilangan kepada kualitas fisik panjang, kapasitas, volume, luas, sudut, berat (massa), dan suhu.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: taryono
Tribunkaltim.com
Ilustrasi Belajar. Simak apa itu Pengukuran. Pengukuran adalah suatu proses memberikan bilangan kepada kualitas fisik panjang, kapasitas, volume, luas, sudut, berat (massa), dan suhu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Simak apa itu pengukuran berikut pengertiannya dalam matematika.

Dalam mata pelajaran matematika, tentunya anda sering mendengar tentang Pengukuran.

Berikut Tribunlampung.co.id merangkum mengenai pengertian pengukuran sebagaimana dilansir dari berbagai sumber.

Pengukuran adalah suatu proses memberikan bilangan kepada kualitas fisik panjang, kapasitas, volume, luas, sudut, berat (massa), dan suhu. (Kennedy dan Tipps, 1994) (Sa'dijah, 1998 / 1999).

Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan.

Dua jenis Proses Pengukuran

Pegukuran dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung.

Proses menentukan ukuran panjang dan kapasitas adalah langsung, yaitu dengan cara menerapkan unit (satuan) secara langsung pada benda yang sedang diukur.

Misalnya kita ingin menghitung kuantitas sari buah tomat yang dibuat dari 50 buah tomat.

Kita dapat menggunakan satuan ukur cangkir, yaitu dengan mengisikan dan mengosongkan cangkir dan menghitung cangkir yang berisi penuh sampai semua sari buah tomat dituangkan.

Berat (massa), suhu, dan waktu tidak dapat diukur secara langsung. Mereka memerlukan pengukuran yang secara tidak langsung menerjemahkan sifat yang dapat diukur ke dalam bilangan.

Suatu termometer memiliki sejumlah skala, misalnya derajat Celcius dan derajat Fahrenheit.

Termometer tersebut berisi cairan yang bisa naik atau turun.

Naik apabila suhu udara menjadi lebih panas dan turun apabila suhu menjadi lebih dingin.

Suhu pada suatu waktu ditentukan secara tidak langsung dengan membaca bilangan yang tercantum di skala yang terdapat di sepanjang termometer tersebut. (Sa'dijah, 1998 / 1999).

Berdasarkan sumber dari internet (Chairunnisa, 2012) terdapat jenis-jenis pengukuran yaitu pengukuran tidak baku dan pengukuran baku.

Pengukuran tidak baku merupakan pengukuran yang hasilnya berbeda-beda karena menggunakan alat ukur yang tidak baku atau tidak standar.

Pengukuran tidak baku misalnya:

a. Digit adalah pengukuran yang disesuaikan dengan lebar sebuah jari

b. Jengkal adalah pengukuran yang disesuaikan dengan jarak paling panjang antara ujung jempol tangan dengan ujung kelingking tangan

c. Hasta adalah pengukuran yang disesuaikan ukuran panjang lengan bawah dari siku sampai ke ujung jari tengah

d. Depa adalah pengukuraan yang disesuaikan dengan ukuran sepanjang kedua belah tangan dari ujung jari tengah kenan sampai ke ujung jari tengah kiri

e. Kaki adalah pengukuran yang disesuaikan dengan ukuran panjang sebuah kaki.

Pengukuran Baku

Pengukuran baku merupakan pengukuran yang hasilnya tetap atau baku (standar). Terdapat dua sistem pengukuran yang baku yaitu sistem Inggris dan Sistem Metrik.

Sistem Inggris dikembangkan di Eropa. Satuan-satuan pengukuran dikembangkan dari benda-benda disekitar kita.

misalnya ukuran satu yard adalah jarak antara hidung dan ujung jari lengan orang dewasa yang dilencangkan, ukuran satu inchi adalah jarak butiran padi dari ujung ke ujungnya.

Namun karena sifat-sifat benda diatas tidak tetap maka akhirnya satuan-satuan sistem Inggris ditandarkan.

Satuan Pengukuran Panjang dan Macam-macam satuan ukuran panjang

Ada dua macam satuan ukuran panjang yaitu:

a. Satuan ukuran panjang tak baku, misalnya: jengkal, hasta, depa, langkah, dan lengan. Satuan  ukuran  panjang  tak  baku  tidak  lazim  digunakan  karena  sifatnya tidak tetap dan selalu berubah-ubah. Namun dalam masyarakat  tradisional hal itu masih sering digunakan.

b. Satuan ukuran panjang baku. Satuan  ukuran  panjang  baku  ditetapkan  melalui  perjanjian  internasional dan sifatnya tetap. Satuan ukuran panjang baku standar  internasional adalah kilometer  (km), hectometer (hm), dekameter (dam), meter (m), desimeter  (dm), sentimeter (cm), dan milimeter (mm).

Menemukan hubungan antara m, dm, dan cm

1). Setiap mengukur benda yang panjangnya 10 cm disebut 1 dm atau 1 dm = 10 cm

2). Setiap mengukur benda yang panjangnya 10 dm disebut 1 m atau 1 m = 10 dm

3). Kesimpulan yang harus diambil adalah:

1 m = 10 dm

1 dm = 10 cm

1 m = 10 dm = (10 ´ 10) cm = 100 cm dan seterusnya.

Demikian penjelasan mengenai apa itu Pengukuran dalam Matematika. ( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama )

Baca Berita Apa Itu Lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved