Breaking News:

Tribun TV Lampung

WEBINAR Pindang Sehat, Rintis Usaha dari Nol

Berawal dari membuka rumah makan Pindang Sehat di Bandar Jaya, kini cabangnya sudah tersebar di banyak tempat salah satunya Bandar Lampung.

Penulis: sulis setia markhamah | Editor: soni
dokumentasi
Bincang santai inspirasi bisnis bersama Owner Pindang Sehat Erwin Done (kanan) 

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kuliner Pindang Sehat sudah familiar di tengah masyarakat Lampung. Berawal dari membuka rumah makan Pindang Sehat di Bandar Jaya, kini cabangnya sudah tersebar di banyak tempat salah satunya Bandar Lampung.

Owner Pindang Sehat Erwin Done mengatakan, Pindang Sehat di awal dikenalkan sangat minim pembeli. Efek dari warungnya yang kurang menonjol dan tidak langsung terlihat oleh calon konsumen.

"Omzet dari Rp 200 ribu- apa 300 ribu per hari di tahun 2009 atau 2010. Jadi masih sangat jauh sekali. Saya jadi berfikir kenapa rumah makan saya sepi," cerita Erwin dalam acara Bussines to Bussines Tribun TV Lampung yang dipandu Ketua Yayasan Forum Pebisnis Lampung Heri Andrian, Senin (30/8/2021) sore.

Setelah melalui proses evaluasi akhirnya Erwin terpikir untuk mengangkat ikon tertentu dari rumah makannya dan menampilkan cukup 3 menu utama saja di banner.

Baca juga: Kuliner Lampung, Nikmatnya Pindang Baung Super di Pondok Modern Tias Ragil Cafe dan Resto

"Ini salah satu tipsnya ya, karena pembeli hanya punya waktu 1 detik untuk memutuskan mampir atau tidaknya ke warung kita, kalau harus baca menu yang kayak koran tampilannya, tidak menarik," ujarnya.

Berkat siasat sederhananya tersebut, Erwin mampu meraih omzet yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan pernah beberapa kali omzet mencapai Rp 5 juta per hari.

"Terlebih saya juga menawarkan jurus jitu. Dimana makan pindang kalau nggak enak boleh ganti menu lain, misal kayak sate atau ayam goreng dan itu efektif," terang dia.

Bahkan menurutnya trik jitunya tidak membuatnya rugi. Diakuinya hanya 2 atau 3 kali dalam setahun konsumen yang komplain minta ganti menu karena tidak cocok.

"Ini strategi marketing dan efektif memberikan rasa nyaman bagi konsumen," imbuhnya.

Menurutnya yang diperlukan dalam berbisnis adalah usaha maksimal dan penentu akhirnya adalah Tuhan. Termasuk menggunakan berbagai media untuk ajang promosi baik online maupun offline. 

Selain itu juga tidak lupa untuk bersedekah. "Optimalkan potensi terlebih dahulu, Allah yang menentukan hasil kemudian," tandas Erwin. ( Tribunlampung.co.id / Sulis Setia Markhamah )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved