Breaking News:

Universitas Muhammadiyah Metro

Universitas Terbaik UM Metro Raih WTP, Suyanto: Laporan Keuangan Jadi Dasar Pengambilan Keputusan

Universitas Muhammadiyah (UM) Metro belum lama ini baru saja mendapatkan opini keuangan Wajar Tanpa Pengecualian

Ist
Wakil Rektor II bidang Keuangan dan Umum Suyanto, S.E., M.Si., Akt., CA., ACPA., CRA 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Universitas Muhammadiyah (UM) Metro belum lama ini baru saja mendapatkan opini keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ketiga kalinya secara beruntun dari Kantor Akuntan Publlik (KAP) Suherman, S.E., AK., CA., CPA, Rabu (25/08/2021).

Wakil Rektor II bidang Keuangan dan Umum Suyanto, S.E., M.Si., Akt., CA., ACPA., CRA.

menyikapi hal ini sebagai upaya UM Metro dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang berdasarkan prinsip TARIF.

“Peraihan WTP ini tak terlepas atas prinsip TARIF yang dipegang UM Metro dalam pengelolaan keuangan yakni Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Fairness,” kata Suyanto.

Transparansi menjadi syarat keterbukaan lembaga kepada semua stakeholders, lalu Akuntabilitas di mana manajemen lembaga akan berjalan efektif bila dilaksanakan berdasarkan pada keseimbangan kewenangan, tugas dan tanggungjawab.

“Kemudian Responsibilitas yang merupakan bentuk tanggung jawab Lembaga terhadap PP Muhammadiyah sebagai pemilik AUM. Hal ini juga harus didukung dengan Independensi atau kemandirian khususnya dalam pengelolaan, makanya kita mulai berupaya melebarkan sayap dengan mendirikan PT beberapa hari yang lalu. Dan yang terakhir, yakni Fairness atau kewajaran,” tambah mantan Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan FEB ini.

Masih dengan Suyanto, prinsip berikutnya adalah cost versus benefit. Menurutnya untuk menghasilkan laporan keuangan yang WTP memerlukan cost yang besar mulai dari berapa akuntan yang harus bekerja, berapa hari waktu yang dibutuhkan, dan berapa harga harus disiapkan, semuanya perlu standar akuntansinya.

“Idealnya, benefit atau manfaat itu harus lebih besar daripada cost yang dikeluarkan. Yang jadi pertanyaan adalah apakah laporan keuangan yang kita susun dengan kualifikasi yang WTP itu bisa memberikan manfaat bagi pengguna. Tentu manfaat bagi pengguna adalah terkait dengan penggunaan dalam mengambil keputusan. Artinya bahwa semua pengambilan keputusan harus didasarkan pada laporan keuangan. Kalau hanya laporan keuangan terus hanya ditaruh di meja, terus untuk apa?” lanjutnya.

Akuntan Asia Tenggara ini juga mengimbau pimpinan di UM Metro untuk menjadikan laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Benefit dari laporan yang WTP itu harus kita optimalkan. Jadi seluruh pimpinan di UM Metro ini dalam mengambil kebijakan harus sudah berdasarkan pada laporan keuangan yang memang sudah kita susun. Mungkin sebagian organisasi dalam mengambil keputusan, membuat perencanaan dan sebagainya tidak berdasarkan pada laporan keuangan. Padahal kita sudah menyusunnya dengan menghabiskan cost yang besar,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved