Breaking News:

Bandar Lampung

Agustus Lampung Alami Deflasi Minus 0,50 Persen, Pendidikan Sumbang Angka Tertinggi

Lampung mengalami deflasi di Agustus 2021 minus 0,50 persen. Kondisi tersebut berbeda jika dibandingkan Juli 2021 lalu dimana Lampung mengalami inflas

Penulis: sulis setia markhamah | Editor: soni
dokumentasi
Agustus Lampung Alami Deflasi Minus 0,50 Persen, Pendidikan Sumbang Angka Tertinggi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung merilis, Lampung mengalami deflasi di Agustus 2021 minus 0,50 persen. Kondisi tersebut berbeda jika dibandingkan Juli 2021 lalu dimana Lampung mengalami inflasi 0,15 persen.

Kepala BPS Lampung Faizal Anwar mengungkapkan, kondisi berbeda justru terjadi secara nasional di Agustus 2021 dimana mengalami deflasi 0,03 persen.

Terkait angka deflasi atau penurunan harga di Lampung di Agustus ini, dari 11 kelompok pengeluaran, 7 diantaranya menyumbang angka deflasi. Dimana kelompok pendidikan menyumbang angka deflasi tertinggi sebesar minus 3,90 persen.

"Kondisi berbeda juga terjadi secara nasional dimana pada kelompok pendidikan mengalami inflasi sementara di Lampung justru memberi andil angka deflasi terbesar," jelas Faisal dalam siaran pers awal bulan, Rabu (1/9/2021) siang.

Lalu 6 kelompok lainnya yang turut menyumbang deflasi yaitu 
kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan minus 1,10 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau minus 0,85 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,09 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga minus 0,05 persen; kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga minus 0,02 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya minus 0,02 persen.

Sebaliknya tiga kelompok lainnya yaitu kelompok kesehatan mengalami kenaikan indeks atau inflasi sebesar 0,09 persen; kelompok transportasi 0,08 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,07 persen. 

Sementara, satu kelompok lainnya yaitu pakaian
dan alas kaki tidak mengalami perubahan indeks.

Ketika dilihat angka yang memberi andil inflasi ataupun deflasi menurut komoditasnya, sekolah menengah atas (SMA) memberi andil deflasi terbesar yaitu minus 0,154 persen.

Kemudian disusul cabai rawit minus  0,120 persen, cabai merah minus 0,077 persen, telepon seluler minus 0,055 persen, dan sekolah dasar (SD) minus 0,053 persen.

Sedangkan yang memberi andil inflasi atau kenaikan harga adalah minyak goreng 0,076 persen, angkutan udara 0,007 persen, pir 0,007 persen, nasi dengan lauk 0,006 persen, dan beras 0,005 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved