Breaking News:

Universitas Muhammadiyah Metro

Dosen Bahasa Inggris Raih Penghargaan Pengabdi Terbaik II Kampus Terbaik di Sumatera UM Metro

Universitas Muhammadiyah Metro di awal tahun ajaran baru mengadakan acara Laporan evaluasi akademik dan non akademik semester genap tahun akademik

ist
Universitas Muhammadiyah Metro di awal tahun ajaran baru mengadakan acara Laporan evaluasi akademik dan non akademik semester genap tahun akademik 2020/2021 dan pembagian SK Perkuliahan semester ganjil tahun akadenik 2021/2022 pada Rabu, 01 September 2021 di Aula Gedung E Universitas Muhammadiyah Metro. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - UM Metro di awal tahun ajaran baru mengadakan acara Laporan evaluasi akademik dan non akademik semester genap tahun akademik 2020/2021 dan pembagian SK Perkuliahan semester ganjil tahun akadenik 2021/2022 pada Rabu, 01 September 2021 di Aula Gedung E Universitas Muhammadiyah Metro.

Pada kesempatan ini UM Metro memberikan penghargaan kepada Fakultas, Lembaga, Program Studi serta dosen dengan berbagai kriteria baik itu akademik atau non akademik.

Fenny Thresia, M.Pd yang saat ini menjabat kepala Pusat Kerjasama dan Kantor Urusan Internasional memperoleh penghargaan dosen pengabdi terbaik 2 tingkat Universitas Muhammadiyah Metro. Pemberian penghargaan ini berdasarkan laporan akhir kegiatan pengabdian kepada masyarakat skim OPR yang diselenggarakan oleh LPPM UM Metro.

“Saya dan tim mengikuti seleksi penerimaan proposal pengabdian kepada masyarakat skim OPR UM Metro tahun 2021 dan Alhamdulillah lulus di danai penuh oleh UM Metro,” ungkap Fenny.

Pengabdian kepada masyarakat ini mengambil judul “Pembuatan E-commerce Untuk Meningkatkan Pemasaran Produk KWT Peduli Lingkungan “ARIMBI” Kecamatan Rumbia”. Adapun tim PKM ini terdiri dari Fenny Thresia, M.Pd selaku ketua, Elmira Febri Damayanti, M.AB. Sri Retnaning Rahayu, M.M. serta tiga orang mahasiswa sebagai anggota.

Pemilihan lokasi PKM di KWT Arimbi kecamatan Rumbia karena mereka menemui kendala dalam penggunaan e-commerce. Mitra pengabdian merasa kesulitan untuk mempromosikan dan menjual produk recycle yang mereka ciptakan dari limbah lingkungan di sekitarnya.

Meskipun produk mereka bervariasi, seperti tas, tikar, taplak meja, dan lainnya yang dibuat dari sisa plastic limbah rumah tangga, mereka merasa kesulitan untuk menghadirkan penjual, dan akhirnya pemasaran terkendala dan terkesan jalan di tempat, dengan mengandalkan pembeli di sekitar lingkungan KWT tersebut.

Fenny Thresia dan tim melakukan pendampingan pembuatan akun e-commerce yang memilki pasar luas, pembuatan katalog online dan katalog cetak, promosi melalui media sosial dan media masa.

“Kami melakukan pendampingan pembuatan akun Shopee untuk KWT Arimbi, selain itu juga kami membuatkan katalog produk dalam bentuk cetak dan online, promosi di sosial media dan media masa,” pungkasnya.

Menurut dosen Pendidikan Bahasa Inggris ini, Ia dan tim juga memonitoring penggunaan akun yang sudah dibuat sehingga akan meningkatkan penjualan, dan tujuan akhir dapat menaikkan nilai produk dan finansial mitra.(*)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved