Breaking News:

Universitas Muhammadiyah Metro

Karyawan Bank Syariah Indonesia Ramaikan Pojok Organik di Universitas Terbaik di Sumatera UM Metro

Universitas Muhammadiyah Metro memiliki pojok organik di beberapa titik, salah satunya adalah di Gedung Rektorat UM Metro. Pojok organic ini menyediak

ist
Universitas Muhammadiyah Metro memiliki pojok organik di beberapa titik, salah satunya adalah di Gedung Rektorat UM Metro. Pojok organic ini menyediakan aneka produk PT. PUMAKKAL Hijau Lestari, seperti pupuk cair organic, pupuk kompos, beras organic dan sayuran organic. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) memiliki pojok organik di beberapa titik, salah satunya adalah di Gedung Rektorat UM Metro. Pojok organic ini menyediakan aneka produk PT. PUMAKKAL Hijau Lestari, seperti pupuk cair organic, pupuk kompos, beras organic dan sayuran organic.

Setiap hari Jumat pojok organic di UM Metro menyediakan sayur organic yang segar dan sehat. Aneka sayuran yang ditawarkan bermacam-macam seperti bayam, kangkung, caisim, kemangi, selada, pakcoy dan sayuran hijau lainnya.

Pojok organik kali ini diserbu karyawan Bank Syariah Indonesia, mereka terlihat antusias membeli sayuran organic. Sayuran organic yang tersedia di UM Metro merupakan hasil dari kebun organik karang rejo 23.

Kebun sayur merupakan Agrowisata Kebun Organik yang di bina oleh tim PPUPIK UM Metro. Dalam pengaplikasian penanaman sayur menggunakan pupuk organik PT. PUMAKKAL Hijau Lestari. Sehingga tidak ada pupuk kimia yang dipakai dalam proses penanaman sayur. Hal inilah yang merupakan kelebihan dari sayur organik.

Salah seorang karyawati BSI menyebutkan bahwa ia merasa lebih nyaman saat mengkonsumsi sayuran organik karena tidak perlu khawatir akan dampak negative dari bahan kimia yang selama ini ada di sayuran.

“Saya pribadi lebih memilih untuk konsumsi sayur organik karena lebih sehat dan tidak was-was akan efek samping bahan kimia” ujar Ery.

Menurut Dr. Hening Widowati, M.Si selaku anggota tim PUMAKKAL bahwa sayur organik ini juga memiliki kesuburan yang berbeda dengan sayur biasa, ukurannya lebih besar dan tidak cepat layu.

“Bisa dibandingkan sayuran oroganik dan nonorganic, kalau sayuran organik ini lebih tahan lama atau tidak cepat layu walaupun tidak disimpan didalam kulkas,” tutur Hening.

Ia juga menjelaskan bahwa mereka juga tidak menggunakan pestisida kimia tetapi menggunakan predator alami dan tumbuhan bunga untuk mengusir hama.

“Di kebun sayur kami menanam aneka bunga yang membuat hama tidak akan mendekat ke sayuran serta kami juga memelihara aneka bunglon yang memangsa serangga pemakan sayuran,”jelasnya.

Sejalan dengan itu Fenny Thresia, M.Pd selaku anggota tim PUMAKKAL juga membenarkan bahwa bunga-bunga yang ditanam di kebun organik selain untuk melindungi tanaman juga sering digunakan sebagai spot foto para pengunjung karena warna bunga-bunga yang cantik dan cerah.

“Bunga-bunga yang kami tanam di Agrowisata kebun organik selain memberikan keindangan juga bermanfaat untuk mengurangi jumlah hama/serangga pengganggu,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved