Breaking News:

Lampung Selatan

Nuri Maulida Kagumi Kerajinan Tapis di Kalianda Lampung Selatan

Selanjutnya Maulida menuju Sanggar Tapis Muakhi. Wanita berusia 35 tahun ini mengaku kagum dengan hasil karya para perajin tapis di Desa Palembapang.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
Nuri Maulida, istri Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa, mengunjungi perajin tapis di Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (3/9/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Nuri Maulida, istri Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa, mengunjungi Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (3/9/2021).

Desa Palembapang diketahui menjadi salah satu desa yang sampai saat ini masih menyimpan kelestarian permainan lokal.

Selain itu, Nuri Maulida juga menyempatkan diri untuk mengunjungi perajin kain tapis.

Kedatangan perempuan cantik yang juga artis ini disambut oleh atraksi pencak silat.

Baca juga: Kain Tapis Yuhanna di Lampung Selatan Pernah Dibeli Orang Jepang

"Tentunya saya men-support sekali kegiatan pemuda di sini untuk melestarikan permainaan daerah. Jujur saja, di era sekarang ini, permainan lokal seperti ini sudah jarang dimainkan anak-anak seusianya," kata Nuri sembari menyapa anak-anak yang sedang bermain.

Nuri Maulida, istri Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa, mengunjungi Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Jumat (3/9/2021).
Nuri Maulida, istri Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa, mengunjungi Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Jumat (3/9/2021). (Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

"Peran orangtua dan juga pemuda desa ini untuk dapat mengajarkan dan melestarikan permainan ini," ungkapnya.

Selanjutnya Maulida menuju Sanggar Tapis Muakhi.

Wanita berusia 35 tahun ini mengaku kagum dengan hasil karya para perajin tapis di Desa Palembapang.

"Lagi-lagi saya terpesona dengan kearifan budaya lokal yang ada di sini. Saya suka sekali melihat model-model kain tapis di sini. Indah sekali," ungkap Nuri.

"Dari tangan lembut ibu-ibu di sini, terlahirlah suatu karya yang indah. Saya sempat mencoba mengukir sedikit, dan ternyata tidak mudah. Butuh ketelitian dan kesabaran untuk dapat mengerjakannya," jelasnya.

"Saya harap kearifan lokal ini bisa terus dijaga dan diturunkan ke anak, hingga cucu kita nanti. Supaya budaya ini dapat dikenal di nasional maupun hingga internasional. Dan menjadi salah satu identitas atau ciri dari suku Lampung itu sendiri," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved