Breaking News:

Korupsi di Pesawaran Lampung

BREAKING NEWS Korupsi Dana Desa Rp 479 Juta, Kepala Desa di Pesawaran Lampung Ditahan

Tipikor Satreskrim Polres Pesawaran melakukan penahanan terhadap Kepala Desa Kresno Widodo bernama Suprapto (47) atas tindak korupsi dana desa.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Kiki Novilia
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi pencurian. BREAKING NEWS Korupsi Dana Desa Rp 479 Juta, Kepala Desa Kresno Widodo Pesawaran Lampung Ditahan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Pesawaran melakukan penahanan terhadap Kepala Desa Kresno Widodo bernama Suprapto (47) atas tindak pidana korupsi dana desa yang dilakukan.

Kasatreskrim Polres Pesawaran AKP Eko Rendi Oktama mengungkapkan, Korupsi di Pesawaran Lampung ini telah merugikan keuangan negara Rp 479.782.499 atas kegiatan pembangunan Tahun Anggaran 2019.

Sedangkan nilai kegiatan pembangunan di Desa Kresno Widodo saat itu sebesar Rp 734.080.000.

"Pembangunan itu terdiri dari pembangunan Onderlagh/Telford, Gorong-gorong, Jalan Paving Block, Tembok Penahan Tanah (TPT), dan Drainase," ujar Eko melalui Humas Polres Pesawaran, Minggu, 5 September 2021.

Ditambahkan Eko, Suprapto sebagai kepala Desa Kresno Widodo dianggap telah mempersalahgunakan wewenang selaku Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Desa (PKPKD).

Baca juga: Kebakaran 3 Ruko di Pesawaran Lampung Diperkirakan Akibat Konsleting Listrik

Pelaksanaan seluruh pembangunan tersebut dalam proses pembelian bahan-bahan material dan pembayaran upah tenaga kerja dilakukan sendiri oleh tersangka Suprapto.

Padahal seharusnya yang melakukan pembelian bahan-bahan material dan pembayaran upah tenaga kerja tersebut adalah Kasi Kesejahteraan yang merangkap sebagai ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dalam bidang pembangunan.

Sesuai prosesnya, TPK mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) anggaran Dana Desa dengan meminta anggaran pembayaran kepada Kaur Keuangan/Bendahara.

"Namun tidak bisa dilaksanakan Kaur Keuangan/Bendahara karena uang Dana Desa tidak dipegang lagi," tuturnya.

Sebab, uang dana desa itu telah dipegang  tersangka Suprapto yang menjabat kepala desa.

Baca juga: Mobil Avanza Ngebut Hantam Dua Motor, Mahasiswa Asal Pesawaran Lampung Tewas 

Suprapto secara langsung melaksanakan proses pembangunan dengan cara membelikan bahan material dan melakukan pembayaran terhadap upah tenaga kerja.

Namun anggaran yang dibayarkan oleh tersangka Suprapto tidak sesuai dengan apa yang telah dibuat dan diajukan TPK berdasarkan Surat Permintaan Pembayaraan (SPP).

Baca juga: Sanggahan 6 Pelamar CPNS 2021 Pesawaran Diterima

Serta berdasar Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja, Tanda Bukti Pengeluaran Uang dan Bukti Pencairan SPP, yang telah disetujui Suprapto atas pengeluaran seluruh pembangunan sebesar Rp 734.080.000, dan telah ditetapkan dalam APBDes. ( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved