Breaking News:

Universitas Lampung

Rektor Unila Tekankan Pentingnya Literasi Digital Tangkal Hoaks di Masa Covid-19

Universitas Lampung (Unila) menggelar seminar nasional (semnas) karakter bangsa bertajuk "Membangun Komunikasi Informasi Publik yang Kuat dalam Menceg

ist
Universitas Lampung (Unila) menggelar seminar nasional (semnas) karakter bangsa bertajuk "Membangun Komunikasi Informasi Publik yang Kuat dalam Mencegah Hoaks di Masa Pandemi Covid-19." 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Universitas Lampung (Unila) menggelar seminar nasional (semnas) karakter bangsa bertajuk "Membangun Komunikasi Informasi Publik yang Kuat dalam Mencegah Hoaks di Masa Pandemi Covid-19."

Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, MSi yang juga Ketua Pengurus Harian Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa mengungkapkan, dunia digital berkembang kian kompleks. Berita hoaks tersebar di sosial media (sosmed) dengan mudah dengan beragam alasan baik secara sengaja atau karena kekurangtahuan. 

"Padahal informasi tersebut tidak benar namun dibuat seolah-olah benar. Ini muncul seiring pemanfaatan medsos yang berkembang dengan luar biasa," kata Prof Karomani saat membuka seminar nasional secara daring, Selasa (7/9/2021).

Di kondisi pandemi Covid-19 sepanjang Januari 2020 hingga Juli 2021, terusnya, terdapat 1.763 kasus hoaks di medsos dimana 767 diantaranya berlanjut ke meja hukum. Dalam hal ini salah satu fungsi penting dalam melawan hoaks menurutnya adalah menyebarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Peran literasi digital sangat penting agar mampu berfikir kreatif, kritis dan inovatif. Memiliki kecakapan menggunakan media digital. Jangan sampai termakan hoaks atau dimakan hoaks.  Utamakan etika dan tanggungjawab," jelasnya.

Salah satu pembicara seminar yang juga Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo Septriana Tangkary SE. MM mengatakan, literasi digital harus dimiliki setiap orang untuk sikap waspada. Mengecek kebenaran, melatih kemampuan membaca dan memahami termasuk menyaring informasi sebelum sharing atau menyebarkan.

Tingkat literasi Indonesia sendiri berada di peringkat 62 dari 70 negara. Bahkan sebagian besar Gen Z telah menjadikan medsos sebagai wadah memperoleh informasi. 

"Siapapun bisa mengalami bahaya penetrasi internet sehingga membutuhkan literasi digital terlebih di kondisi internet yang semakin menjadi bagian hidup. Tujuannya agar bisa mencegah dari ancaman hoaks," pintanya.

Pembicara lainnya ada Dekan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Zahrotur Rusyda H, SPSi. MOP. PhD. Acara seminar nasional yang dimoderatori Kaprodi Magister Teknik Elektro Unila Misfa Susanto, ST. MSc. PhD tersebut menjadi bagian dari Agenda Dies Natalis Unila ke 56 tahun. Turut dihadiri 458 peserta secara online dari berbagai latar belakang profesi yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Sebelum semnas, Rektor Unila sudah terlebih dahulu membuka secara resmi rangkaian kegiatan dies natalis di lobi rektorat bersama jajaran pimpinan.(*)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved