Breaking News:

Tanggamus

Satnarkoba Polres Tanggamus Lampung Tangkap Pengguna dan Pengedar Sabu

Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus menangkap dua tersangka dalam kasus narkoba jenis sabu di Kecamatan Kota Agung Timur dan Kota Agung B

Penulis: Tri Yulianto | Editor: soni
dokumentasi
Satnarkoba Polres Tanggamus Lampung ringkus pengguna dan pengedar sabu 

 TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus menangkap dua tersangka dalam kasus narkoba jenis sabu di Kecamatan Kota Agung Timur dan Kota Agung Barat.

Menurut Kasanarkoba Polres Tanggamus Inspektur Satu Deddy Wahyudi, keduanya yakni AP (34) warga Pekon Umbul Buah, Kec. Kota Agung Timur. Dan RO (44) warga Pekon Kandang Besi, Kec. Kota Agung Barat.

"Kedua ditangkap saat berada di rumahnya masing-masing. AP ditangkap pada pukul 9.00 WIB dan RO ditangkap pada pukul 11.00 WIB," ujar Deddy mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi.

Mereka ditangkap hasil hasil dari penyelidikan, dan pengembangan kasus yang didasari informasi masyarakat.

Deddy menjelaskan, mulanya ditangkap AP atas dugaan peredaran narkoba jenis sabu dengan barang bukti belasan klip plastik sisa pakai dan alat penyalahgunaan sabu, empat ponsel dan satu pipet. 

"Berdasarkan keterangan AP, bahwa ia mendapatkan barang haram tersebut dari RO. Sehingga petugas juga berhasil mengamankan RO saat berada di rumahnya," tambah Deddy. 

Baca juga: Satnarkoba Polres Way Kanan Amankan Pengguna Sabu

Ia menambahkan, dari tangan RO, berhasil diamankan satu klip plastik berisi kristal sabu seberat 0,34 gram, satu klip plastik berisi kristal yang telah dilarutkan dalam air, alat penyalahgunaan sabu. 

Selain itu turut diamankan rekapan penjualan sabu, empat buku rekening diduga dipakai menerima transferan penjualan sabu, satu bundel plastik klip yang biasa digunakan untuk wadah sabu serta tiga ponsel yang digunakan bertransaksi sabu. 

Berdasarkan keterangan AP, transaksi pembelian sabu tersebut dilakukan keduanya melalui telepon. Setelah disepakati maka AP mengambil sabu tersebut ke rumah RO di Pekon Kandang Besi dengan membayar Rp 200 ribu. 

"Menurut AP, dia membeli sabu Rp 200 ribu kepada RO. Namun untuk keterangan RO masih pendalaman guna mengungkap jaringannya," jelas Deddy. 

Baca juga: Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba, Coki Pardede Terancam 6 Tahun Penjara

Kini terhadap keduanya masih dalam proses penyidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringan lebih tinggi dari mereka. 

Sedangkan untuk ancaman sanksi, keduanya dijerat pasal 112 dan 114 UU nomor 35 tahun 2009. Ancaman minimal empat tahun maksimal 20 tahun. ( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved