Breaking News:

Lampung Selatan

Sampahnya Ganggu Aktivitas Warga, PT ASDP Bersiap Ditegur Pemkab Lampung Selatan

Terkait pengelolaan sampah di Dusun Kampung Jering Cimalaya, Desa Bakauheni, Lampung Selatan,  PT ASDP bersiap ditegur Pemkab Lampung Selatan.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Kiki Novilia
Diskominfo Lampung Selatan
Sampahnya Ganggu Aktivitas Warga, PT ASDP Bersiap Ditegur Pemkab Lampung Selatan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Terkait pengelolaan sampah di Dusun Kampung Jering Cimalaya, Desa Bakauheni, Lampung SelatanPT ASDP bersiap ditegur Pemkab Lampung Selatan.

Tumpukan sampah menggunung dan aroma tak sedap menyengat tercium di sekitar lokasi Dusun Kampung Jering Cimalaya, Kecamatan Bakauheni.

Menurut sejumlah pekerja rongsok dan warga setempat, sampah tersebut sebagian besar berasal dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni.

Dari hasil investigasi Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk pengelolaan sampah PT ASDP mempercayakan pihak ketiga, namun sayangnya sampah tidak dikelola dengan baik.

Situasi ini dikeluhkan warga setempat. Tak hanya persoalan bau tak sedap, tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik juga dapat mencemari air tanah, dan berdampak buruk bagi lingkungan dan warga sekitar.

Baca juga: DPRD dan Pemkab Lampung Selatan Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021

Ketua Tim Terpadu Pengawasan, Penertiban, dan Evaluasi Perizinan Perusahaan Kabupaten Lampung Selatan M Sefri Masdian mengatakan Pemkab Lampung Selatan akan menyurati pihak PT ASDP untuk membenahi sistem pengolahan limbahnya.

"Mereka harus memiliki manajemen kontrol untuk pembuangan sampah. Sebab, dari hasil peninjauan di lapangan, kami lihat ternyata banyak sampah yang dibuang di lahan warga, di tepian jurang. Itu tidak boleh," kata Sefri, Kamis (9/9/2021).

Sefri menegaskan sampah atau limbah perusahaan harus dikelola dengan baik agar tak mencemari lingkungan.

"Sampah juga tidak boleh dibakar. Karena selain dapat menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu warga setempat, juga dapat membahayakan. Sebab ada beberapa bahan kimia yang akan memuai ke udara dan dapat memicu polusi," imbuhnya.

"Dari informasi yang kami dapat pembuangan sampah di sana sudah terjadi selama 5 tahun. Jika informasi ini benar, hal ini sangat disayangkan. Pembuangan sampah harus di TPA resmi," tegasnya.

Baca juga: Lampung Selatan Turun ke PPKM Level 2, Sekda Imbau Masyarakat Tak Kendor Prokes

"PT ASDP tidak boleh melemparkan masalah ini ke pihak ke-tiga. Harus ada pengecekan atau evaluasi berkala terhadap sistem pengelolaan sampah tersebut. Terlebih belakangan diketahui pihak swasta yang mereka tunjuk tidak memiliki izin dan menyalahi Perda setempat," pungkasnya. ( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved