Breaking News:

Berita Terkini Nasional

Pengakuan Anak Tega Bunuh Ibunya Gara-gara Jarang Diajak Ngobrol

Pengakuan pelaku pembunuhan tega habisi ibu kandungnya saat sedang masak, merasa tidak dianggap dan jarang diajak ngobrol.

Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
ILUSTRASI TKP Pembunuhan. Pengakuan pelaku pembunuhan tega habisi ibu kandungnya saat sedang masak di Cilacap, Jawa Tengah karena jarang diajak ngobrol dan merasa tidak dianggap. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, CILACAP - Pengakuan pelaku pembunuhan tega habisi ibu kandungnya saat sedang masak di Cilacap, Jawa Tengah karena jarang diajak ngobrol dan merasa tidak dianggap.

Kapolres Cilacap, AKBP Leganek Mawardi mengatakan motif pembunuhan adalah karena pelaku atau si anak merasa emosi dengan ibunya yang sering memarahi. 

"Luapan emosi karena jarang diajak ngobrol sering diomelin, walaupun sudah bekerja berjualan bubur tapi tidak dianggap oleh keluarganya," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, dalam konferensi pers, Kamis (9/9/2021). 

Kapolres mengatakan pada saat kejadian saksi mendengar teriakan dari korban.  "Tetangga korban saat itu lari karena tersangka membawa parang karena ketakutan," imbuhnya. 

Sungguh tragis nasib yang menimpa Wasitoh (43), seorang ibu di Cilacap, Jawa Tengah yang meregang nyawa setelah dibunuh anaknya sendiri bernama Randi Saputra (23). 

Baca juga: Kesaksian Warga Lihat Pelaku Pembunuhan: Saya Lihat Dia Tertawa di Depan Rumah

Peristiwa keji itu terjadi di Jalan Kelinci Timur, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Rabu (8/9/2021) sekira pukul 10.00 WIB. 

Terkait dengan kondisi kejiwaan Kapolres mengatakan pelaku dalam kondisi normal. Meskipun memang pelaku dikenal pendiam oleh lingkungan sekitar. 

Sementara itu, Ketua RT 4 RW 6, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, Kusairi menambahkan pelaku dikenal sebagai penjual bubur di daerah tersebut dan mengontrak bersama dengan ibu dan adiknya. 

Ia mengatakan pelaku dan korban dikenal pendiam oleh lingkungan masyarakat sekitar. Diketahui dalam satu rumah itu terdapat suami istri dan tiga orang anak. 

"Tetapi suami sedang berada di Kalimantan dan mereka disini sudah ngontrak empat bulan," jelasnya. 

Baca juga: Pembunuhan di Subang, Polisi Sudah Deteksi Keberadaan HP Amalia

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved