Breaking News:

Bandar Lampung

Polresta Bandar Lampung Tahan Oknum Satpam Rumah Sakit yang Pukul PKL

Jajaran Satreskrim Polresta Bandar Lampung tahan oknum satpam yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id / Muhammad Joeviter
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Devi Sujana. Polresta Bandar Lampung Tahan Oknum Satpam Rumah Sakit yang Pukul PKL. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jajaran Satreskrim Polresta Bandar Lampung tahan oknum satpam yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

Penahanan dilakukan pasca menerima laporan korban pemukulan, seorang nenek yang diketahui bernama Lasmi (50), warga Penengahan, Kedaton, Selasa (7/9/2021).

Kasatreskrim Polresta Kompol Devi Sujana mengatakan, penahanan terhadap pelaku dilakukan demi kepentingan penyidikan.

"Semua alat bukti sudah terpenuhi, saat ini sudah masuk dalam tahap penyidikan," kata Devi, Jumat (10/9/2021).

Menurut Devi, penahanan terhadap oknum satpam yang diduga melakukan pemukulan terhadap korban merupakan wewenang penyidik.

Baca juga: PPKM Sudah Level 3, Disnaker Minta Pengusaha di Bandar Lampung Sesuaikan Kembali Upah Pekerja

Hal itu juga dilakukan agar pelaku tidak menghilangkan barang bukti.

"Atau tidak mengulangi perbuatannya dan mempersulit penyidikan," kata Devi.

Devi mengungkapkan identitas pelaku seorang pria berinisial I.

Dirinya menegaskan dalam perkara tersebut hanya satu orang yang ditetapkan tersangka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Devi pemukulan yang dilakukan I berawal dari miskomunikasi.

Baca juga: Sanksi Bagi Oknum Damkar Pengeroyok PKL di Bandar Lampung Tunggu Keputusan Wali Kota

"Saat itu korban hendak berjualan di area rumah sakit, namun dicegat oleh satpam sehingga terjadi keributan," kata Devi.

Karena tidak terima dicegah oleh satpam, sehingga terjadi selisih paham antara korban dan pelaku.

Pelaku secara spontan melakukan pemukulan ke bagian bibir korban. "Pemukulan hanya satu kali, di bagian bibir," kata Devi.

Atas tindakan tersebut, aparat kepolisian menjerat pelaku pemukulan dengan pasal 351 KUHPidana ayat 1.

Baca juga: BREAKING NEWS Warga Bandar Lampung Berhamburan Akibat Kebakaran di Pemukiman Padat Penduduk

"Penganiayaan yang diancam dengan Pasal 351 KUHP, maksimal ancaman nya diatas dua tahun penjara," tandasnya. ( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved