Apa Itu

Apa Itu Westernisasi

westernisasi adalah proses pengambilalihan unsur-unsur kebudayaan barat tanpa melalui proses pertimbangan sesuai dengan kultur bangsa atau tidak.

Penulis: Reni Ravita | Editor: taryono
Pixabay
Ilustrasi. Apa Itu Westernisasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dalam buku Pengantar Ringkas Sosiologi (2020) karya Elly M. Setiadi, dijelaskan bahwa westernisasi adalah proses pengambilalihan unsur-unsur kebudayaan barat secara membabi buta tanpa melalui proses pertimbangan apakah unsur-unsur kebudayaan barat tersebut sesuai dengan kultur bangsa atau tidak.

Pembahasan apa itu westernisasi berkaitan dengan proses modernisasi.

Westernisasi kerap disamakan dengan modernisasi padahal kedua memiliki perbedaan yang jauh.

Modernisasi bukanlah pengambilalihan gaya dan cara hidup orang barat.

Suatu bangsa atau negara tetap bisa melakukan modernisasi meskipun tidak mengadaptasi dan mengambil alih gaya dan cara hidup orang barat.

Faktor utama penyebab terjadinya westernisasi adalah perkembangan teknologi yang begitu pesat.

Teknologi yang lebih maju membuat masyarakat mudah untuk mengakses berbagai kebudayaan barat tanpa adanya filter sama sekali.

Selain itu, westernisasi juga terjadi karena adanya kecenderungan masyarakat yang menganggap bahwa kebudayaan barat lebih maju, modern, keren, dan lebih bergaya.

Adanya anggapan tersebut membuat masyarakat mengadopsi semua kebudayaan barat tanpa melakukan filter.

Padahal tidak semua budaya barat dapat diterapkan di Indonesia.

Westernisasi inilah yang membuat eksistensi kebudayaan nasional menjadi terancam.

a. Dampak negatif westernisasi

Dilansir dari buku Eksiklopedia Sosiologi Perubahan Sosial (2018) karya Joan Hesti dan kawan-kawan, dijelaskan dampak negatif westernisasi, yaitu:

1. Segi gaya hidup

Akibat westernisasi, sebagian besar masyarakat mulai mementingkan gengsi dan kepraktisan seperti yang dilakukan oleh masyarakat barat.

Masyarakat cenderung mengikuti gaya hidup konsumtif dan serba praktis, seperti mengikuti gaya hidup artis Hollywood atau menggemari fast food.

2. Segi pergaulan

Tidak bisa dimungkiri bahwa gaya pergaulan remaja di barat cenderung lebih bebas.

Cara pergaulan ini jelas tidak sesuai apabila diterapkan di Indonesia yang notabennya menjunjung tinggi adat ketimuran.

Selain itu, pergaulan bebas dapat menyebabkan permasalahan yang lebih luas, seperti remaja yang sering melanggar nilai dan norma sosial, free sex, penggunaan alkohol, dan penggunaan obat terlarang atau narkoba.

3. Segi budaya

Budaya lokal atau budaya nasional yang beraneka ragam perlahan mulai tergeser dan tergantikan oleh penyamaan dengan budaya barat.

Selain itu, westernisasi juga berpotensi melunturkan semangat nasionalisme bangsa, terutama bagi generasi muda. ( Tribunlampung.co.id / Reni Ravita )

BACA BERITA Apa Itu lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved