Breaking News:

PRP, Treatment Vampir yang Bisa Atasi Bopeng dengan Darah Sendiri

dr Melati Nurul Utami dari Klinik Kecantikan Puspita mengatakan, PRP adalah treatment yang menggunakan darah sendiri.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: taryono
Screenshot
Dokter Melati Nurul Utami dari Klinik Kecantikan Puspita. 
Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - PRP (platelet rich plasma) adalah salah satu treatment yang hingga kini masih dipilih banyak wanita.
Apa itu PRP?
dr Melati Nurul Utami dari Klinik Kecantikan Puspita mengatakan, PRP adalah treatment yang menggunakan darah sendiri.
Itu sebabnya PRP sering disebut sebagai treatment vampir.
Namun PRP tidak bisa langsung dilakukan begitu saja.
Sebelum PRP Harus konsultasi dokter.
Sebab ada kondisi yang tidak disarankan untuk melakukan PRP dahulu.
Di antaranya pasien sedang tidak dalam kondisi hamil dan menyusui, serta kulit wajah sedang iritasi dan berjerawat.
Jika  pasien sedang tidak dalam kondisi tersebut, barulah dokter akan melakukan proses PRP ke pasien. 
Selain itu konsultasi juga untuk memastikan pasien sedang tidak mengonsumsi obat pengencer atau pengental darah.
Jika sedang mengonsumsinya harus hentikan dahulu selama tiga hari, setelah itu baru boleh PRP.
Dalam proses itu darah pasien akan diambil 10 cc secara intravena.
Kemudian darah pasien akan dimasukan ke dalam tabung dan disentrifugasi untuk didapatkan plasma darahnya.
Setelah didapatkan, plasma darah itu warnanya kekuningan menyerupai serum.
Langkah selanjutnya plasma darah itu dioleskan ke wajah pasien.
Namun sebelum langkah itu dilakukan, pasien harus dianastesi dahulu selama tiga puluh menit agar pasien tidak merasakan sakit.
Sebab dokter akan mengkombinasikan dengan metode dermapen, dermaroler, atau laser co2 agar plasma darah masuk ke pori-pori dengan maksimal.
Hasilnya, wajah pasien akan langsung terlihat cerah, kenyal, mulus, dan bebas kerutan halus.
Selain itu scar atau bopeng di wajah akan terlihat mengecil.
Agar scar bisa teratasi dengan maksimal, proses PRP harus dilakukan minimal dua kali dengan jeda waktu satu bulan.
"Scar yang bisa diatasi dengan PRP adalah scar bekas jerawat dan cacar. Ada orang yang setelah sembuh dari cacar, wajahnya tidak mulus lagi karena ada scar," kata dr Melati.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved