Breaking News:

Bandar Lampung

Permudah Petani Akses Pasar, Disperindag Lampung Gelar Pasar Lelang Komoditas

Disperindag Lampung menggelar pasar lelang komoditas sebagai langkah untuk mempermudah petani mengakses pasar produk pertanian.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni
dokumentasi
Permudah Petani Akses Pasar, Disperindag Lampung Gelar Pasar Lelang Komoditas 

 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Disperindag Lampung menggelar pasar lelang komoditas sebagai langkah untuk mempermudah petani mengakses pasar produk pertanian.

Pasar Lelang yang digelar menghasilkan transaksi sebesar Rp 226 juta, termasuk transaksi spot (langsung) maupun forward (jangka waktu) menunggu panen.  

"Komoditas yang berhasil dijual adalah beras, pisang cavendish, dan arang batok kelapa. Dinas Perindag Provinsi Lampung berhasil mempertemukan atara buyer dan seller, " kata Kadisperindag Provinsi Lampung Elvira Umihanni, Minggu (12/9/2021). 

Gelaran Pasar Lelang Komoditas yang dilaksanakan di hotel Kurnia Perdana ini merupakan salah satu sarana untuk  memfasilitasi bertemunya penjual dan pembeli guna melaksanakan transaksi perdagangan.

Hal ini sejalan dengan program dari  Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). "Jadi pasar lelang ini bertujuan untuk mengefisienkan rantai pemasaran, memperkuat posisi produsen," kata Elvira

Para petani atau pabrik dapat memperoleh harga yang layak dan transparan dalam proses pembentukan harga komoditas.  

Baca juga: 25 Agustus-21 September, Disperindag Gelar Audisi Duta Konsumen Cerdas Lampung Berjaya

Pasar Lelang Komoditas ini dilaksanakan juga untuk mendukung Program Unggulan  Pemprov Lampung yaitu Program Kartu Petani Berjaya (KPB). 

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Lampung M Zimmi Skil mengatakan, Provinsi Lampung telah dikenal sebagai produsen beberapa komoditi pertanian unggulan, seperti padi atau beras, kopi, lada, jagung, ubikayu, kakau, dan sapi potong.   

"Hasil panen produk pertanian Lampung selain untuk memenuhi kebutuhan lokal daerah juga untuk memenuhi kebutuhan DKI Jakarta dan ekspor terutama untuk komoditi perkebunan, " kata Zimmi.

Permintaan akan produk-produk pertanian juga selalu mengalami peningkatan, seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya daya beli masyarakat.  

"Maka saluran pemasaran produk-produk pertanian juga harus diciptakan untuk lebih efisien dan mempermudah masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pangan dari produk pertanian, " kata Zimmi.

Pasar lelang komoditas ini dapat menjangkau pembeli dan penjual yang lebih banyak dan berjalan lebih  efisien karena dilaksanakan juga secara virtual.

"Ke depan sebagaimana saranBappebti, kami sangat mendorong pelaku usaha seperti koperasi atau BUMD sebagai pelaksana pasar lelang," tandasnya. ( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved