Breaking News:

Berita Terkini Nasional

Update Korban Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah Jadi 45 Orang

Update jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran di Lapas Tangerang hingga Minggu 12 September 2021 menjadi 45 orang.

ilham rian pratama/tribunnews
Kondisi sel di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas I Tangerang, Banten yang terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Update jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran di Lapas Tangerang bertambah satu orang. Kini korban meninggal dunia hingga Minggu 12 September 2021 menjadi 45 orang.

Menurut Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi RSUD Kabupaten Tangerang Hilwani, korban terakhir yang meninggal berinisial H (42).

"Tuan H, 42 tahun, dengan luas luka bakar 63 persen, on wsd (water sealed drainage) dan post-debridement, semalam (Sabtu) meninggal jam 21.30 WIB," ujarnya dalam pesan singkat, Minggu (12/9/2021).

H diketahui telah menjalani operasi debridement pada Kamis (9/9/2021). Debridement adalah operasi pembersihan luka, pengangkatan jaringan yang terbakar.

Tujuannya, yakni meringankan peradangan yang dialami korban.

Baca juga: Video Call Terakhir Napi Lapas Tangerang Sebelum Tewas Terbakar, Rencana Menikah Kandas

Hilwani mengatakan, H meninggal lantaran trauma inhalasi dan luka bakar grade 3 (63 persen).

Dia belum bisa memastikan apakah jenazah korban telah diambil oleh pihak keluarga.

Dengan meninggalnya H, total pasien yang sementara ini dirawat di RS tersebut berjumlah enam warga binaan.

Keenam warga binaan itu berinisial N (34), Y (33), M (44), I (27), T (50) dan S (35).

Sebelumnya diberitakan, tiga napi yang sempat dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang telah meninggal dunia terlebih dahulu pada Kamis (9/9/2021.

Baca juga: Cerita Rezkhil Khairi yang Kangen Adiknya Sebelum Lapas Kelas I Tangerang Terbakar

Ketiganya, yaitu A, H, dan T, memiliki kadar luka bakar yang berbeda-beda.

Dokter jaga ICU beda RSUD Kabupaten Tangerang Santika Budi Andyani sebelumnya berujar, A meninggal pada pukul 03.00 WIB pada Kamis.

Kemudian, H meninggal pada pukul 06.00 WIB, dan T meninggal pada pukul 07.00 WIB pada hari yang sama.

"Tuan A memang kondisinya luka bakarnya berat (kadar kebakaran) sekitar 98 persen. Pasien itu mengalami kondisi infeksi yang berat yang sudah mengganggu organ-organ yang lain," papar Santika dalam rekaman suara, Kamis.

Dia menjelaskan, luka bakar yang dialami H juga tergolong berat dengan kadar kebakarannya mencapai 60-80 persen.

"Lalu yang terakhir yang ketiga, tuan T itu luka bakarnya 80 persen, sudah berat," ucapnya.

Santika menyatakan, pihak RS telah memasangkan ventilator saat ketiga pasien itu masuk ICU.

Kemudian, pihaknya melakukan pemeriksaan laboratoriun dan pemeriksaan penunjang lainnya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ketiganya mengalami gangguan organ tubuh akibat luka bakar yang mereka alami. 

Baca juga: Tahun Depan Anak Saya Bebas, Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Menangis Histeris

"Sudah mengalami gangguan multi organ seperti gangguan ginjal, gangguan livernya," ujar Santika.

Sebelumnya, jumlah korban yang meninggal dunia di tempat dalam kebakaran Lapas Tangerang 40 orang, lalu meninggal lagi hingga bertambah menjadi 44 orang.

Diketahui, kebakaran terjadi di Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang, Banten, pada Rabu (8/9/2021) sekitar pukul 01.45 WIB.

Kebakaran diduga karena korsleting listrik akibat tak adanya perawatan.

Api baru berhasil dipadamkan petugas sekitar pukul 03.15 WIB.

Baca juga: Kisah Sedih Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Rencana Nikah Gagal Terkubur Bersama Jasadnya

Penjelasan Menteri Hukum dan HAM 

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Yasonna Laoly mengungkapkan kondisi sarana yang dimiliki Lapas Kelas I Tangerang, Banten.

Dari sisi muatan narapidana, ia mengakui jumlah tahanan di lapas ini melebihi kapasitas.

Over kapasitas itu, kata Yasonna, bahkan mencapai 400 persen. 

Hal itu diungkapkan Yasonna saat konferensi pers soal kejadian kebakaran di Lapas Kelas Tangerang I, Rabu (8/9/2021).

"Lapas tangerang ini over kapasitas 400 persen, penghuni ada 2.072 orang."

"Yang terbakar ini adalah Blok C 2 itu model paviliun-paviliun," ucap Yasonna, dikutip dari siaran langsung YouTube Kompas TV.

Lanjutnya, Yasonna mengatakan Lapas Kelas I Tangerang ini berdiri pada tahun 1972. Sehingga, jika dihitung, rumah tahanan itu sudah berumur puluhan tahun.

Dikatakannya, sejak berdiri, instansi listrik lapas belum pernah dilakukan perbaikan.

"Jadi sudah 42 tahun. Sejak itu, kita tidak memperbaiki instalasi listriknya. Ada penambahan daya, tetapi instalasi listriknya masih tetap," jelas dia.

Seperti diketahui, Lapas Kelas I Tangerang alami kebakaran, Rabu (8/9/2021) dini hari.

Dugaan penyebab kebakaran ini karena adanya persoalan listrik, tetapi hal ini perlu diselidiki lebih jauh.

"Dugaan sementara adalah karena persoalan listrik arus pendek."

"Namun demikian, sekarang Puslabfor Polri, Dirkrimum Polda Metro Jaya sedang meneliti sebab musabab dari kebakaran tersebut," kata Yasonna.

Yasonna menyebut insiden kebakaran ini terjadi mulai pukul 01.45 WIB.

"Terjadi kebakaran jam 01.45 WIB, petugas dari atas melihat kondisi itu terjadi. Langsung menelpon kepala pengamanan di sini," ucap Yasonna.

Setelah itu, kepala Lapas pun menghubungi dinas pemadam kebakaran setempat.

Sekitar 13 menit kemudian, sebanyak 12 personel pemadam kebakaran datang memadamkan api.

"Saya ucapkan terima kasi kepada Pemkot Tangerang, khususnya dinas pemadam kebakaran. Tidak sampai satu jam kebakaran, dapat dipadamkan," jelas Yasonna.

Api Cepat Membesar

Lalu, lanjut Yasonna, kobaran api pada saat kejadian, cepat merembet dan membesar.

Sehingga, ada beberapa kamar tahanan yang tidak bisa diselamatkan karena kondisi yang tidak memungkinkan.

"Oleh karena api cepat membesar, beberapa kamar tidak sempat dibuka karena api yang sudah begitu cepat."

"Mengapa dikunci? Memang prototype lapas, kamar harus dikunci," papar Yasonna.

Dari kamar sel yang dikunci itu, ditemukan 40 korban meninggal di tempat.

Artikel ini telah tayang di tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved