Breaking News:

Lampung Selatan

PT KAI Minta Warga Lampung Tidak Gunakan Perlintasan KA Tak Resmi

Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Jaka Jakarsih meminta masyarakat tidak menggunakan perlintasan kereta api yang tidak resmi.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: soni
dokumentasi
Kereta Api Kuala Stabas tabrak mobil sedan, di Rel Kereta Api KM 21 +4/0 di Dusun Serbajadi II, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (12/9/2021) malam. 2 Orang Meninggal Dunia. 

 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Jaka Jakarsih meminta masyarakat tidak menggunakan perlintasan kereta api yang tidak resmi.

Jaka menambahkan pintu perlintasan bukan untuk rambu lalu lintas tetapi untuk melancarkan perjalan kereta api.

Jaka mengatakan pihaknya turut prihatin dan bela sungkawa kepada keluarga korban.

"Pintu perlintasan kereta api hanyalah untuk melancarkan perjalan kereta api bukan alat atau rambu-rambu lalu lintas. Maka kendaraan lain harus berhati-hati ketika melewati perlintasan kereta api," ujar Jaka saat dikonfirmasi, Senin (13/9/2021).

"Dalam penerapannya perlintasan kereta api dibagi menjadi dua yakni pintu perlintasan kereta api resmi (yang dijaga petugas) dan tidak resmi (yang dikelola masyarakat)," ungkapnya.

Baca juga: Kereta Api Kuala Stabas Tabrak Mobil Sedan, 2 Orang Meninggal Dunia di Lampung Selatan

Jaka menuturkan pintu perlintasan yang resmi pasti dijaga oleh petugas, yang jadi permasalahannya adalah pintu perlintasan yang tidak resmi ini. Banyak warga yang menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

"Beberapa warga atau pengguna jalan masih memilih jalan yang tidak memiliki pintu perlintasan (perlintasan tidak resmi). Mungkin alasannya untuk memangkas jarak, ataupun alasan lainnya. Itu dapat membahayakan perjalanan kereta api maupun penggunan jalan itu sendiri. Soalnya tidak ada petugas yang berjaga di sana," kata Jaka.

"Maka dari itu saya meminta kepada masyarakat untuk menutup atau tidak menggunakan jalan yang tidak memiliki pintu perlintasan (perlintasan tidak resmi)," imbuhnya.

"Saya mengimbau kepada pengguna jalan untuk lebih berhati-hati ketika melintasi jalur kereta api. Berhenti untuk menengok kanan kiri, bila aman boleh jalan," tuntasnya.( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved