Berita MotoGP 2021
MotoGP 2021 San Marino, Bos Ducati Puji Performa Francesco Bagnaia
Jelang bergulinya rangkaian MotoGP 2021 San Marino, Bos Ducati puji performa Francesco Bagnaia dalam usahanya memenangkan MotoGP Aragon.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Jelang rangkaian MotoGP 2021 San Marino, Bos Ducati puji performa Francesco Bagnaia dalam usahanya memenangkan MotoGP Aragon.
Manajer Ducati Corse, Davide Tardozzi bahkan tak segan menyebutnya pebalap yang akrab disapa Pecco tersebut sebagai kampiun sejati.
Seperti diketahui, pebalap telah selesai menjalani MotoGP Aragon, dan akan menjalani jadwal MotoGP 2021 San Marino pada Minggu (19/9/2021) di Sirkuit Misano World Circuit Marco Simoncelli.
Adapun tayangan live MotoGP 2021 dapat disaksikan via link live streaming Trans7.
Saat balapan MotoGP 2021 Aragon, Franceco Bagnaia merasa terancam setelah Marc Marquez maju ke urutan kedua.
Pebalap asal Italia ituterlihan berusaha sekuat tenaga mempertahankan kans untuk memenangkan seri ke 13 rangkaian MotoGP 2021.
Dalam tiga lap akhir, Franceco Bagnaia dan Marc Marquez terlibat duel yang sangat sengit.
Baca juga: HASIL MotoGP 2021 Aragon, Francesco Bagnaia Menangkan Duel dengan Marc Marquez
Bahkan, pebalap Honda dan Ducati itu harus beberapa kali bertukar posisi satu dan dua.
Manajer Ducati Corse, Davide Tardozzi pun berinisiatiif untuk menuliskan nama Marquez di papan petunjuk.
Sebenarnya, hal itu yang dilakukan Davide Tardozzi itu membuat Pecco jengkel, namun taktik bos Ducati itu ternyata malah berhasil.
Hal itu dilakukan Tardozzi agar pebalapnya tidak melakukan kesalahan.
“Itu adalah ide saya. Empat putaran terakhir, saya ingin membuat sinyal tersebut," ujar Tardozzi dilansir dari laman GPOne.
"Dia sudah tahu siapa yang dihadapi, dia tahu siapa yang di belakangnya dan hanya menunggu dia melakukan kesalahan,"
"Jadi saya ingin membantunya menjaga kejernihan, seperti ingin mengatakan ‘Anda tahu seperti apa kemampuannya’,” lanjutnya.
Baca juga: Hasil MotoGP 2021 Aragon, Quartararo Tercecer, Bagnaia Jadi Juara
“Itu seperti pesan di bawah sadar. Apakah itu membuat perbedaan atau tidak, saya tidak bisa mengatakannya.”
Ini adalah kemenangan perdana dalam karier yang seharusnya bisa dicapai di Mugello akhirnya bisa direngkuh Pecco di Aragon.
Bos Ducati Itu pun menambahkan, Pecco seorang pebalap yang sangat sensitif.
“Sebenarnya kami ingin menang sejak di Mugello, tapi karena ada situasi khusus, seperti tragedi Jason Dupasquier, dia melakukan kesalahan," katanya.
"Pecco seorang pembalap sensitif, mungkin kondisi itu membuatnya kurang stabil hari itu,” Tardozzi menjelaskan.
Tardozzi juga mengatakan jika mereka tetap optimis untuk mencapai kemenangan cepat atau lambat.
Ia juga secara pribadi mengatakan bahwa dirinya tidak setuju dengan istilah kurang beruntung.
“Kami seperti Ducati, kami tak ragu terhadap cara mendapat kemenangan cepat atau lambat,"
"Tentu kami tidak punya banyak hasil seperti yang kami inginkan musim ini, karena satu dan lain hal di beberapa trek Pecce selalu kencang,"
"Bagi saya, secara pribadi, tidak suka menggunakan istilah ‘kurang beruntung’."
Pria bertangan dingin itu mengutarakan kekaguman terhadap didikan VR46 Rider Academy. Bahkan Tardozzi mengaku kalau dia lebih euforia dibanding Bagnaia.
“Saya lebih gembira. Pecco mengelola balapan dengan cara yang sempurna, dengan dingin dan kejernihan pikiran luar biasa. Ia menunjukkan mental juara,” tuturnya.
“Itu balapan luar biasa, dia memberi kami emosi yang kuat. Pecco sangat hebat menjaga Marquez di belakang mayoritas balapan, dia menempel terus kepadanya dari awal sampai akhir.
“Mengelola sebuah situasi umum dan tekanan seperti itu, tanpa mengelola kesalahan hanya bisa dilakukan seorang kampiun sejati,"
"Dia paham mengatur balapan dengan cerdas dan kami bangga dengannya, dia pantas mendapat aplaus.”
Dalam wawancara, Marquez menyebut Pecco seperti Andrea Dovizioso kala mereka bertarung di Aragon pada 2017, 2018 dan 2019.
Tardozzi kurang setuju dengan pendapat itu karena ada sosok lain yang lebih mirip dengannya.
“Jelas bahwa Pecco sangat berbakat, juga Dovizioso adalah pembalap hebat. Jika hari ini Pecco diakui karena kualitas tambahan, itu membuktikan keahliannya sebagai pembalap,” Tardozzi melanjutkan.
“Seperti yang Anda katakan, setiap pembalap unik,"
"Saya bicara dengan Gigi (Dall’Igna) kemarin dan mungkin Pecco menunjukkan kualitas Jorge Lorenzo, dalam hal gaya mengemudi maksuda saya,"
"Tapi para pembalap pemenang semua unik, jadi Pecco Bagnaia tetap Pecco Bagnaia.”
Untuk tayangan live MotoGP 2021 dapat disaksikan melalui link live streaming Trans7 dan UseeTV
Demikian, berita MotoGP 2021 San Marino, Bos Ducati puji performa Francesco Bagnaia dalam usahanya memenangkan MotoGP Aragon. ( Tribunlampung.c.id / Hurri Agusto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/motogp-2021-san-marino-bos-ducati-puji-performa-francesco-bagnaia.jpg)