Berita Terkini Nasional

Polisi Tembak Mati 1 Buronan Perampok Toko Emas di Medan, 3 Lagi Dilumpuhkan

4 orang perampok toko emas di Simpang Limun, Medan, akhirnya ditangkap polisi. Dikabarkan, polisi tembak mati satu di antara 4 buronan perampok itu.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Tim Inafis Polrestabes Medan melakukan olah TKP pascaperampokan toko emas di Pasar Simpang Limun, Medan, Kamis (26/8/2021). 4 orang perampok toko emas di Simpang Limun, Medan, akhirnya ditangkap polisi. Dikabarkan, polisi tembak mati satu di antara 4 buronan perampok itu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEDAN - Sebanyak 4 orang perampok toko emas di Simpang Limun, Medan, akhirnya ditangkap polisi. Dikabarkan, polisi tembak mati satu di antara 4 buronan perampok itu.

Diketahui, polisi berhasil mengungkap kasus perampok toko emas di Pasar Simpang Limun.

Namun, Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko enggan menjelaskan soal penangkapan empat perampok toko emas di Pasar Simpang Limun.

Riko bilang, nanti kasus ini akan dipaparkan oleh Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak.

"Besok dirilis pak Kapolda langsung. Besok ya," kata Riko, Selasa (14/9/2021).

Menurut sumber di kepolisian, satu orang tersangka sudah ditembak mati.

Adapun pelaku yang ditembak mati ini bernama Hendrik Tampubolon.

"Tersangka Hendrik Tampubolon diamankan di Kabupaten Dairi," kata sumber minta namanya tidak dimuat.

Baca juga: Perampokan Toko Emas di Medan, Pelaku Bawa Senjata Api Tembak Juru Parkir

Sumber bilang, saat ini jenazah Hendrik Tampubolon sudah berada di RS Bhayangkara Tingkat II Medan.

Jenazahnya masuk kamar mayat sekira pukul 19.00 WIB.

"Setelah maghrib kemarin masuk ke rumah sakit bang," kata sumber meyakinkan.

Untuk tiga tersangka lainnya, kata sumber, diamankan di sejumlah lokasi termasuk di Riau.

"Tiga lainnya dilumpuhkan," kata sumber.

Namun, sumber tidak menjelaskan identitas ketiga tersangka lainnya.

Sumber hanya tahu bahwa tiga lainnya dibikin cacat lantaran melawan saat diamankan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja ketika dikonfirmasi belum mau memberikan keterangan.

Berulangkali dihubungi, mantan Wakapolrestabes Medan ini enggan mengangkat telepon.

Senada dengan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi.

Hadi juga enggan merespon konfirmasi soal perampok yang ditembak mati petugas.

Bawa Senjata Api

Diberitakan sebelumnya, terjadi peristiwa toko emas di Medan dirampok 4 orang bersenjata api laras panjang dan pendek, pada Kamis 26 Agustus 2021.

Bahkan, dari aksi perampokan tersebut satu orang dikabarkan menjadi korban lantaran ditembak salah seorang pelaku.

Baca juga: Kisah Remaja 17 Tahun Nikahi Dua Siswi SMA Sekaligus di Sumatera Selatan

Diketahui, kasus perampokan toko emas yang dilakukan sejumlah orang bersenjata api, menggegerkan warga di Kota Medan, Sumatera Utara.

Aksi perampokan tersebut terjadi di toko emas di Pasar Simpang Limun pada Kamis 26 Agustus 2021.

Dilansir Tribun-Medan.com, pelaku perampokan berjumlah lebih dari dua orang alias empat orang.

Belum diketahui pasti, apakah semua pelaku membawa senjata api atau hanya beberapa orang saja.

Namun, berdasarkan keterangan polisi, terjadi penembakan yang dilakukan keempat pelaku perampokan.

Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan aksi perampokan di toko emas Pasar Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (26/8/2021).

"Kejadian pukul 14.15 atau 14.30 WIB."

"Diduga lebih dari dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor dan senjata api," katanya kepada awak media saat memantau ke lokasi.

"Ada letusan ada tiga selongsong yang kami amankan."

"Saat ini petugas kami sedang bertugas bergabung dengan Polrestabes Medan."

"Kemudian kami memanggil labfor dan inafis," sambungnya.

Seorang kena Tembak

Dikatakan Tatan, saat ini ada satu korban luka tembak yang dirawat di rumah sakit.

Ia pun mengatakan akan mengecek informasi tukang parkir yang dikabarkan kena tembak.

"Korban luka tembak, pemilik toko emas."

"Apakah dia karyawan atau bukan, tapi dia berada di toko emas itu."

"Korban hanya satu, masih dalam perawatan di rumah sakit," bebernya.

Ia menjelaskan, dari tindakan perampokan ini ada emas yang hilang.

Namun total kerugian masih dikalkulasikan pihak kepolisian.

Sementara ini juga, pihaknya belum dapat mengatakan aksi perampokan ini ada kaitannya dengan terorisme.

"Sementara belum, kami masih melakukan penyelidikan," sebutnya.

Tertembak di Bagian Leher

Akibat perampokan tersebut, seorang juru parkir dikabarkan menjadi korban penembakan.

Ia tertembak di bagian leher sebelah kanannya.

Pantauan di RS Estomihi Medan yang tak jauh dari lokasi, jukir bernama Erwin sempat dibawa ke RS tersebut.

Namun karena peralatan tidak memadai langsung dibawa ke RS Mitra Sejati, di Jalan Ah Nasution.

Seorang saksi mata mengatakan, juru parkir ditembak kawanan perampok lantaran mencoba menghalangi pelarian mereka usai menggasak toko emas di dalam pasar.

Saat itu, ia yang melihat kawanan perampok berusaha kabur langsung melempar mereka dengan kayu.

Perampok yang terkena langsung menembak jukir tersebut hingga terkapar.

"Orang itu lari. Cuma karena dilempar kotak tahu sama Erwin langsung marah dia. Ditembak lah," kata Januar, Kamis (26/8/2021).

Saksi melihat pelaku berjumlah empat orang.

Terekam Kamera CCTV

Berdasarkan rekaman CCTV milik warga, pelaku berjumlah empat orang.

Mereka menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam dan Honda Scoopy berwarna abu-abu.

Dari rekaman tersebut keempatnya menggunakan masker dan topi sehingga wajahnya sulit dikenali.

Mereka juga menggunakan jaket berwarna gelap.

Dalam rekaman kamera pengawas milik warga, satu di antara pelaku yang dibonceng menggunakan sepeda motor Honda Scoopy terlihat menenteng senjata di tangan sebelah kirinya.

Terlihat dalam detik-detik pelariannya warga sekitar mencoba melarikan diri.

Lubang Bekas Peluru

Di lokasi kejadian, juga nampak ada lubang yang diduga bekas peluru terlihat di depan toko Aulia Chan (Nazrul) di Pasar Simpang Limun Jalan Sisingamangaraja Medan.

Lubang peluru tersebut terlihat berukuran lebih kurang 3 cm.

Sementara itu, pihak kepolisian turut mendokumentasikan lubang yang diduga bekas peluru.

Petugas lainnya terlihat mencari selongsong peluru yang dikabarkan terjatuh di lantai seusai diletuskan.

Hingga kini, dua toko yang menjadi perampokan empat pria bersenjata itu masih dilakukan olah TKP.

Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko dan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP R Dayan juga terlihat di TKP.

Bawa 4 Kg Emas

Perampokan yang dilakukan empat pria itu disebut membawa lebih kurang 4 Kg emas.

Namun, terkait kerugian pascaperampokan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Untuk memudahkan proses penyelidikan dan olah TKP, petugas telah memasang garis polisi.

Tidak hanya itu, petugas hilir mudik untuk menyuruh masyarakat membubarkan diri.

Amatan Tribun Medan, terlihat seorang wanita yang menggunakan hijab cokelat tengah dimintai keterangan oleh polisi.

Diduga wanita tersebut merupakan pemilik toko yang menjadi korban perampokan.

Baca juga: Pelaku Tak Kunjung Terungkap, Bareskrim Bantu Selidiki Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Laras Panjang dan Pendek

Sebelumnya, warga setempat yang juga saksi mata, Ardi menuturkan kejadian perampokan toko emas itu terjadi sekira pukul 14.30 WIB.

Di mana pelaku berjumlah empat orang dan masing-masing membawa senjata baik Laras panjang maupun pendek.

"Pelaku empat orang. Bawak (senjata api) laras panjang dan pendek," katanya saat ditemui di lokasi kejadian.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dan Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved