Breaking News:

Universitas Lampung

Dies Natalis ke 19, Fakultas Kedokteran Unila Gelar Semnas Kesehatan

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Seminar Nasional Kesehatan 2021 dalam rangka memperingati Dies Natalis Unila ke

ist
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Seminar Nasional Kesehatan 2021 dalam rangka memperingati Dies Natalis Unila ke 56 dan Dies Natalis Fakultas Kedokteran ke 19. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Seminar Nasional Kesehatan 2021 dalam rangka memperingati Dies Natalis Unila ke 56 dan Dies Natalis Fakultas Kedokteran ke 19.

Seminar Nasional Kesehatan Dies Natalis Unila ke 56 diselenggarakan secara daring dan luring, Sabtu, 11 September 2021. Kegiatan dibuka simbolis dengan pemotongan pita oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes.

Acara yang dipandu Kepala Dinas Kesehatan Waykanan Dr. Anang Risgiyanto, SKM., M.Kes., ini membahas persoalan kesehatan di dunia serta pentingnya menyelesaikan permasalahan tersebut khususnya, di tengah pandemi Covid-19.

Panitia menghadirkan pakar kesehatan sebagai pembicara yaitu, dr. Adang Bachtiar, MPH., D.Sc., selaku Dewan Pakar IAKMI, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO (Dir. Promkes dan PembMas Kemenkes RI), Dr. dr. Reihana, M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung), serta Prof. Dr. Dyah Wulan SRW, SKM (Dekan Fakultas Kedokteran Unila).

Prof. Dyah Wulan Sumekar dalam sambutannya berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan bagi semua dan memberikan solusi terhadap masalah kesehatan yang ada di Indonesia.

Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Heryandi, S.H., M.S., yang hadir mewakili rektor menyampaikan, Unila berharap Seminar Nasional Kesehatan dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran cerdas yang bisa dikontribusikan.

Tentang bagaimana menyehatkan masyarakat dengan upaya preventif atau mencegah masyarakat terjangkit penyakit. Hal ini juga merupakan komitmen dari kepala negara di beberapa pertemuan konferensi internasional yang kemudian dirumuskan dalam agenda 21 PBB.

Menurut Prof. Heryandi, mengobati penyakit memang menjadi hal umum dilakukan para dokter. Namun dari aspek pencegahan, diharapkan dapat lebih berkembang ke depannya. Upaya preventif menjadi sangat relevan khususnya, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini dimana mayarakat berusaha keras agar tidak terpapar.

“Jadi kita tidak hanya berpikir bagaimana mengobati tetapi mengubah mindset masyarakat supaya hidup sehat adalah yang utama. Saya berharap teman-teman di fakultas kedokteran bisa menjadi motor penggerak,” ujarnya.

Berdasarkan laporan ketua penyelenggara dr. Ratna Dewi Puspita Sari, Sp.OG., seminar diikuti 1.180 peserta terdiri dari perwakilan dinas kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten/kota, dosen, peneliti, praktisi, mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia, serta masyarakat umum.(*)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved