Breaking News:

Berita Terkini Nasional

Penyesalan Perampok Emas Rp 6,5 Miliar Tak Dapat Bagian Hasil Rampokan

Tumpukan emas 6,8 kilogram senilai Rp 6,5 miliar yang jadi barang bukti perampokan toko emas di Medan dipendam di dalam tanah.

HO
Pemilik toko emas Masrul F dan Aulia Chan saat memeriksa barang bukti emas mereka yang dirampok oleh kawanan perampok bersenjata seberat 6,8 kilogram, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEDAN - Tumpukan emas 6,8 kilogram senilai Rp 6,5 miliar yang jadi barang bukti perampokan toko emas di Medan dipendam di dalam tanah.

Gembong perampok sempat mengelabuhi polisi dan mengatakan bahwa emas jarahan disimpan di dalam plafon rumah.

Hendrik Tampobulon mengaku kepada polisi bahwa emas hasil rampokanya ia simpan di dalam plafon tapi tidak ada lagi di tempatnya.

Ternyata, perampok menyembunyikan emas di belakang rumah orangtuanya di Kabupaten Dairi dengan cara ditanam di dalam tanah.

Dir Reskrimum Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, dia sendiri yang mengamankan barang bukti tersebut hingga sampai ke Medan. Hal itu dilakukan untuk menjaga barang bukti.

Baca juga: Gembong Perampok Emas Rp 6,5 Miliar Meninggal Dunia, Anak Buah Cuma Dikasih 4 Juta

Setibanya di Medan ia langsung menghubungi kedua pemilik toko emas Masrul F dan Aulia Chan.

Di sana mereka bersama-sama menghitung dan memeriksa perhiasan tersebut.

"Untuk barang bukti emas, langsung saya sendiri yang mengamankan barang bukti tersebut. Sampai di Medan kami koordinasi dengan korban," kata Tatan, Kamis (16/9/2021).

Setelah melakukan pemeriksaan, pemilik toko emas dan polisi bersepakat untuk membungkus emas itu  dalam plastik bening dan dimasukkan ke dalam tas ransel.

Hal itu dilakukan untuk menghindari prasangka selama barang bukti berada di tangan polisi.

Baca juga: Polisi Tembak Mati 1 Buronan Perampok Toko Emas di Medan, 3 Lagi Dilumpuhkan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved