Breaking News:

Universitas Terbaik Sumatera

Dr Edi Ribut UM Metro Kampus Terbaik Sumatera Raih Penghargaan Penulis Buku Produktif

Dr. Edi Ribut Harwanto, S.H.,M.H Raih Reward dari PUSTAKARDA Kota Metro Sebagai Penulis Buku Referensi yang produktif

Ist
Dr. Edi Ribut Harwanto, S.H.,M.H Raih Reward dari PUSTAKARDA Kota Metro Sebagai Penulis Buku Referensi yang produktif 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO-  Dr. Edi Ribut Harwanto, S.H.,M.H Raih Reward dari PUSTAKARDA Kota Metro Sebagai Penulis Buku Referensi yang produktif

Konsep dasar keilmuan seorang ilmuwan sejati tolak ukurnya bukan berada pada kemampuan kecerdasan akal dan kecerdasan sosial saja, namun harus dibangun kecerdasan moral dan adab spiritual sebagai inti dari segala ilmu pengetahuan.

Ilmu tanpa adab dan moral berpotensi sesat dan takabur seperti iblis. Hal itu dikatakan Dr. Edi Ribut Harwanto, S.H.,M.H., kepala Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Metro saat menghadiri acara talk show di Radio Pustaka dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Metro (17-9-2021).

Talk show Radio Pustaka dipandu host Andika, membahas mengenai berbagai persoalan yang berhubungan dengan literasi perpustakaan, dimana nara sumber merupakan pengiat literasi buku buku refrensi ilmiah bidang ilmu hukum dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Metro.

Produk literasi buku refrensi yang ditulis Edi Ribut Harwanto berjudul " Keadilan Restorative Justice Implementasi Politik Hukum Pidana Bernilai Filsafat Pancasila" Buku ke-9 yang membahas mengenai perkembangan politik hukum pidana di Indonesia.

Saat menjawab pertanyaan dari host Radio Pustaka Andika, mengenai kondisi dan perkembangan ilmu pengetahuan era milenial kini, Edi Ribut Harwanto menjelaskan bahwa masalah yang dihadapi para generasi muda dan tua dari kalangan ilmuwan adalah upaya sekulerisasi ilmu pengetahuan.

Kata trainer internasional bernaung dilembaga Napoleon Hill Amerika Serikat untuk Indonesia ini, sekulerisasi ilmu pengetahuan hampir menguasai hampir seluruh aspek kehidupan, lembaga negara, akademisi, organisasi agama, prilaku manusia, yang semua itu berjalam dengan ritme masing masing.

Salah satu indiktor bahwa sekulerisasi itu telah terjadi adalah dengan tindakan secara nyata peniadaan doktrin dogma dan teologi dipisahkan dari semua persoalan keilmuan dan prilaku.

Sebagai bukti bahwa sekulerisasi sedang hits di Indonesia adalah banyaknya oknum pejabat negara terlibat korupsi. Ini adalah wujud sekulerisasi prilaku dimana oknum pejabat negara melangar sumpah jabatan dimana sumpah jabatan telah menyebut demi Tuhan, saya bakan taat dan patuh pada Pancasila dan UUD 45. Pancasila cerminan simbolik dasar yang didalamnya ada kandungan nilai Ketuhanan pada sila ke1.

Artinya, jika oknum pejabat negara melakukan korupsi, maka sama saja ia mengingkari Tuhan, dan meningalkan dogma dan teologi sebagai penuntun ilmu pengetahuan dan adab moralitasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved