Bandar Lampung

Koperasi SUSB Ambil Alih dan Panen Kebun Sawit

Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama (SUSB) Kabupaten Tulang Bawang bersama  PT. Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) kembali mengambil alih dan mema

Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni
dokumentasi
Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama (SUSB) Kabupaten Tulang Bawang bersama PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) kembali mengambil alih dan memanen sawit di kebun milik koperasi yang sebelumnya diduga dipanen dan dikuasai oknum mantan Ketua Koperasi SUSB. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama (SUSB) Kabupaten Tulang Bawang bersama  PT. Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) kembali mengambil alih dan memanen sawit di kebun milik koperasi yang sebelumnya diduga dipanen dan dikuasai oknum mantan Ketua Koperasi SUSB

"Petani sebagai anggota koperasi hari ini dengan perwakilan PTPN VII memanen dan mengambil alih kebun sawit yang diduga selama ini dikuasai oleh mantan Ketua Koperasi SUSB" ujar Gindha Ansori Wayka, lewat rilis yang diterima Tribun Lampung, Sabtu (18/09/21).

Menurut Gindha Ansori Wayka yang menjadi Penasehat Hukum Forum Komunikasi Petani Sawit Koperasi SUSB, antara Koperasi SUSB dan PTPN VII adalah mitra sejak tahun 2010 lalu. 

" Koperasi SUSB dan PTPN VII sejak 2010 hingga 2035 memiliki perjanjian kerjasama yakni program revitasilasi perkebunan sawit dengan pola satu manajemen" lanjut Advokat Kelahiran Negeri Besar Way Kanan ini.

Koperasi SUSB mengelola tanah dari masyarakat yang ber-Sertifikat Hak Milik (SHM) seluas 660,8 hektare.Harapannya dengankerja sama ini anggota koperasi selaku pemilik tanah dapat sejahtera. 

"Harapannya anggota koperasi sebagai pemilik tanah adalah mendapatkan manfaat yang maksimal dengan dikelolanya tanah ratusan hektare lewat koperasi. Namun yang terjadi sebaliknya anggota koperasi diduga ada yang tidak mendapatkan manfaat," tegas pengacara muda familier ini.

Gindha melanjutkan, upaya mengambil alih dan panen hari ini yang dilakukan oleh koperasi dan petani didasarkan pada beberapa faktor. Antara lain karena selain anggota koperasi merupakan pemilik tanah, upaya ini juga merujuk pada Putusan Mahkamah Agung Nomor Register Perkara 194 K/PDT/2021 yang memuat amar putusan ditolaknya Permohonan Kasasi Mustopho.

Dasar hukum tersebut memberikan kondisi hukum baru bahwa Munawar Roni dkk secara hukum sah sebagai pengurus koperasi SUSB Tulangbawang.

"Dengan adanya putusan Mahkamah Agung ini,  yang menolak permohonan Kasasi Mustopho Dkk, maka sudah ada kondisi hukum baru,  meskipun petikan putusannya sedang dalam proses", jelas Akademisi Perguruan Tinggi Swasta terkenal ini. 

Disinggung harapannya terhadap pihak-pihak yang berkepentingan terhadap kebun sawit Koperasi SUSB,  diiimbau tetap mengedepankan kepentingan koperasi yang saat ini punya tanggung jawab mengangsur di bank atas pembiayaan revitalisasi. 

"Petani sebagai anggota koperasi juga sebagai pemilik tanah yang memberikan mandat kepada Pengurus Koperasi SUSB. Oleh karenanya harus dianggap juga sebagai pihak yang punya hak dan kewajiban atas sawit yang dikelola koperasi tersebut untuk mengangsur kewajibannya di Bank Mandiri," pungkas Gindha.( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra ) 

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved