Breaking News:

Tulangbawang

Berkat Mesin Penggiling Padi, Petani Tulangbawang Lampung Sabet Juara 3 Lomba TTG Nasional

Nurhadi, petani asal Kampung Batanghari, Kecamatan Rawapitu, yang menciptakan mesin penggiling padi dengan hasil beras kualitas premium.

Dok Pemkab Tulangbawang
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menyerahkan penghargaan kepada Nurhadi yang didampingi Bupati Tulangbawang Winarti di kantor Kemendes di Jakarta, Senin (20/9/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Kabupaten Tulangbawang menyabet juara tiga lomba Teknologi Tepat Guna Unggulan (TTGU) Tingkat Nasional 2021 mewakili Provinsi Lampung.

Dalam lomba ini, Tulangbawang mengikutsertakan karya Nurhadi, petani asal Kampung Batanghari, Kecamatan Rawapitu, yang menciptakan mesin penggiling padi dengan hasil beras kualitas premium.

Mesin pengolah serbaguna atau multipurpose processing machine itu diklaim mampu menekan biaya produksi gabah menjadi beras.

Penyerahan hadiah kepada pemenang dilakukan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar di kantor Kemendes di Jakarta, Senin (20/9/2021).

Baca juga: Petani di Tanggamus Lampung Bisa Nikmati KUR Rp 50 Juta dari BNI

Bupati Tulangbawang Winarti turut menghadiri penyerahan juara TTGU untuk mendampingi Nurhadi.

Winarti berharap prestasi ini bisa memotivasi warga Tulangbawang lainnya untuk terus berinovasi.

"Penghargaan ini bentuk apresiasi yang luar biasa dari Kemendes. Harapannya, lebih memotivasi putra-putri terbaik di Tuba agar terus berinovasi," kata Winarti.

Dia berharap alat lesung milenium yang dibuat Nurhadi bisa bermanfaat untuk membantu petani.

"Simpel dan hasilnya bagus. Keren pokoknya," papar Winarti.

Baca juga: Petani Asal Tulangbawang Lampung Ciptakan Mesin Penggilingan Padi Serbaguna Hemat Biaya

Kabupaten Tulangbawang masuk 10 besar final lomba TTGU Tingkat Nasional 2021 untuk mewakili Provinsi Lampung.

Nurhadi menciptakan mesin penggilingan padi serbaguna yang hemat biaya.

Menurut penuturan Nurhadi, awalnya dia menciptakan mesin penggiling padi serbaguna itu karena mendengar keluhan petani terkait tingginya ongkos menggiling padi.

Belum lagi ditambah biaya tanam dan perawatan.

"Nah, berawal dari situ saya berusaha menciptakan alat yang murah dan hemat biaya, tapi hasil produksi mampu bersaing untuk membantu sesama petani supaya lebih hemat biaya," kata Nurhadi.

( Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnain )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved