Breaking News:

Bandar Lampung

Kapolresta Bandar Lampung: Kasus Penganiayaan oleh Oknum di Disdukcapil Masih Lanjut

Kasus penganiayaan oleh oknum pegawai di Disdukcapil Bandar Lampung terhadap warga, terus berlanjut.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampug.co.id / Muhammad Joviter
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Ino Harianto. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Kasus penganiayaan oleh oknum pegawai di Disdukcapil Bandar Lampung terhadap warga, terus berlanjut.

Saat ini, perkara tersebut masih ditangani oleh penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung.

Pada penganiayaan tersebut, korban Rendy Aditya (23) warga Lampung Barat mengalami luka lebam akibat dianiaya pelaku.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Ino Harianto mengatakan, tim penyidik Polresta Bandar Lampung masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut. 

Meski kedua belah pihak sempat menyatakan damai, Ino memastikan proses penyelidikan masih tetap berlanjut hingga saat ini. 

Baca juga: Beruang Masuk Pemukiman di Lampung Barat, 15 Ekor Kambing Milik Warga Dimangsa

"Soal damai, silahkan saja mereka damai. Tapi tetap kita proses. Siapa yang terlibat didalamnya, ya tetap kita mintai keterangan," kata Ino, Selasa (21/9/2021).

Menurut Ino, sudah ada beberapa saksi yang dimintai keterangan seputar dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum pegawai Disdukcapil kota Bandar Lampung pada tanggal 1 September 2021 lalu.

"Sudah ada beberapa orang yang sudah dimintai keterangan, namun masih sebatas saksi," ujarnya.

Untuk sementara ini, Polresta Bandar Lampung belum menentukan tersangka dalam kasus tersebut. Menurutnya, penetapan tersangka akan dikakukan jika keterangan dari saksi sudah lengkap. 

"Tentunya ada mekanisme (penetapan tersangka). Sekarang ini belum ditetapkan sebagai tersangka, kalau sudah lengkap baru nanti bisa kita tingkatkan lagi," lanjut Ino menambahkan.

Baca juga: Damkar Lamsel dan Tim SAR Bakauheni Latihan Evakuasi dan Penyelamatan Korban Bencana

Sebelumnya, Rendy Aditya (23), warga Lampung Barat mengaku telah menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah oknum pegawai Disdukcapil kota Bandar Lampung. 

Peristiwa itu terjadi lantaran adanya kesalahpahaman antara pegawai Disdukcapil kota Bandar Lampung dan korban saat korban ingin mengambil kartu keluarga (KK) miliknya. 

Menurut korban, ada sedikit kesalahan pada KK miliknya. Saat korban meminta petugas untuk membetulkan pengetikan nama di dalam daftar KK tersebut, kesalahpahaman pun terjadi. 

Berdasarkan pengakuan korban, sejumlah petugas Disdukcapil bahkan melakukan kekerasan dengan mendorong dan memukuli dia. 

Lantaran hal tersebut, korban kemudian melaporkan hal tersebut ke SPKT Polresta Bandar Lampung. ( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved