Apa Itu
Apa Itu Peribahasa dan Ciri-cirinya
Apa itu peribahasa dalam pelajaran bahasa Indonesia. Peribahasa merupakan pernyataan emosi melalui ungkapan tersurat.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Apa itu peribahasa dalam pelajaran bahasa indonesia.
Masyarakat Melayu terkenal dengan kesopanan dan kelembutan untuk menjaga latar bahasa dan agama.
Selain itu, masyarakat Melayu juga menitik beratkan dalam kesantunan bahasa.
Hal itu dilakukan karena mayoritas masyarakatnya tidak suka melepaskan niat sebenarnya dan perasaan tidak puas hati secara terang-terangan.
Dalam kebudayaan Melayu, percakapan secara tidak langsung untuk menyampaikan maksud yang sebenarnya memang digunakan dalam berkomunikasi.
Salah satu cara komunikasi dengan percakapan tidak langsung yaitu menggunakan peribahasa.
Baca juga: Apa Itu Debit dan Rumus Debit dalam Pelajaran Matematika Dasar
Peribahasa merupakan pernyataan emosi melalui ungkapan tersurat, untuk menggambarkan emosi, kecewa atau pernyataan ketidakmampuan.
Pengertian Peribahasa
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, dan perumpamaan).
Peribahasa adalah ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.
Edwar Djamaris dalam Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik (1984), peribahasa tidak saja merupakan mutiara bahasa, bunga bahasa, tetapi juga suatu kalimat yang memberikan pengertian yang dalam, luas, tepat, disampaikan dengan halus dan dengan kiasan.
Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik (1993) menjelaskan peribahasa adalah kalimat atau penggalan kalimat yang bersifat turun menurun, digunakan untuk menguatkan maksud karangan, pemberi nasihat, pengajaran atau pedoman hidup.
Baca juga: Apa Itu Implikasi pada Logika Matematika
Dikutip dari Kumpulan Majas, Pantun dan Peribahasa plus Kesusasteraan (2014) karya Ernawati Waridah, peribahasa adalah kalimat atau kelompok kata yang tetap susunannya dan mengandung satu maksud tertentu.
Fungsi Peribahasa
Peribahasa mempunyai beberapa fungsi sosial, di antaranya: Memberikan nasihat.
Pengamatan terhadap dunia dan keadaan.
Sebagai tanda identitas pembicara dalam suatu kaum.
Memperindah bahasa cakap.
Ciri-ciri Peribahasa
Susunan kata di dalam peribahasa bersifat tetap karena jika diubah, susunan kata itu tidak lagi dapat dikatakan peribahasa.
Berikut ciri-ciri peribahasa: Susunan kata-kata di dalam peribahasa sudah pasti dan tidak bisa diubah.
Kalimat peribahasa biasanya untuk memperindah bahasa atau bahkan menyindir.
Kata-kata dalam peribahasa biasanya teratur, mengesankan dan mempunyai makna.
Didasarkan pada pandangan atau perbandingan teliti terhadap alam sekitar, peristiwa yang terjadi atau berlaku di masyarakat.
Dibentuk dan diciptakan dengan satu ikatan bahasa yang padat dan indah sehingga melekat di masyarakat secara turun temurun.
Jenis-jenis peribahasa
Mengutip Buku Pintar Pantun dan Peribahasa Indonesia (2015) karya Mutia Dwi Pangesti, berikut ini jenis-jenis peribahasa:
1. Pepatah Pepatah adalah peribahasa yang mengandung nasihat atau ajaran dari orang tua-tua, biasanya dipakai atau diucapkan untuk mematahkan lawan bicara.
2. Ungkapan Ungkapan adalah kiasan tentang keadaan atau kelakuan seseorang yang dinyatakan dengan pepatah atau beberapa patah kata.
3. Bidal atau Pemeo Bidal atau pemeo adalah peribahasa atau pepatah yang mengandung sindiran, peringatan atau ejekan.
4. Perumpamaan Perumpamaan adalah kata-kata yang mengungkapkan keadaan atau kelakuan seseorang dengan mengambil perbandingan dari alam sekitar. Biasanya didahului kata seperti, bagai, bak, laksana, dan lain-lain.
5. Tamsil atau ibarat Tamsil atau ibarat adalah kiasan yang sering menggunakan kata "ibarat" untuk membuat perbandingan tentang suatu perkara.
Penggunaannya bertujuan untuk menjadikan maksudnya bertambah nyata.
6. Semboyan Semboyan adalah kalimat, frase atau kata yang digunakan sebagai pedoman atau prinsip.
Contoh-contoh peribahasa
Ada ubi ada talas, ada budi ada balas.
Artinya: perbuatan yang baik akan mendapat balasan yang baik pula.
Ada udang di balik batu.
Artinya: seseorang yang menyembunyikan maksud jelek di balik ucapan dan tingkah lakunya.
Air beriak tanda tak dalam.
Artinya: orang yang banyak bicara biasanya ilmunya dangkal.
Air susu dibalas dengan ari tuba.
Artinya: kebaikan dibalas dengan kejahatan.
Bagai air di daun talas.
Artinya: orang yang tidak punya pendirian tetap.
Bagai api dalam sekam.
Artinya : perbuatan jahat yang tidak tampak.
Besar pasak daripada tiang.
Artinya : jumlah pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang.
Artinya: orang yang selalu berbuat baik, jika meninggal dunia, kebaikannya akan selalu dikenang.
Asam di gunung, garam di laut, bertemu dalam belanga.
Artinya: jika sudah ditakdirkan berjodoh, ke mana pun mereka pergi akan bertemu juga.
Bungkam seribu bahasa.
Artinya: tidak mengeluarkan kata walau sepatah pun.
Pisau senjata tiada bisa, bisa lagi mulut manusia.
Artinya: kata-kata yang menusuk hati, akan lebih terasa sakit daripada tikaman pisau.
Semikian, penjelasan mengenai apa itu peribahasa dalam pelajaran bahasa indonesia, mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga fungsi peribahasa. ( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-peribahasa.jpg)