Apa Itu

Apa Itu Musim Pancaroba, Berikut Penjelasannya

Simak berikut ini penjelasan apa itu musim pancaroba. Biasanya musim ini ditandai dengan keadaan udara yang tidak menentu serta banyaknya angin besar.

Editor: Hanif Mustafa
Wired UK
Ilustrasi. Simak penjelasan apa itu musim pancaroba. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Simak penjelasan dari apa itu musim pancaroba, istilah musim pancaroba cukup sering terdengar. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), musim pancaroba adalah peralihan antara musim kemarau dan musim hujan.

Biasanya musim ini ditandai dengan keadaan udara yang tidak menentu serta banyaknya angin besar.

Secara umum, musim pancaroba terjadi sekitar Maret-April serta September-Oktober.

Musim pancaroba juga dikenal dengan istilah musim peralihan.

Seperti namanya, istilah tersebut berfungsi untuk menyebut keadaan saat terjadinya peralihan antara musim hujan ke musim kemarau maupun sebaliknya.

Penyebutan itu digunakan untuk memudahkan masyarakat untuk memahami keadaan yang terjadi di sekitarnya.

Baca juga: Apa Itu Kalkulus

Musim ini juga erat kaitannya dengan angin kencang.

Dikutip dari Stasiun Klimatologi Banjarbaru, kecepatan angin yang terjadi pada musim ini bisa mencapai 40 hingga 60 km per jam.

Kondisi ini jauh dari keadaan normal kecepatan angin rata-rata yang hanya 10 km per jam.

Kekuatan angin kencang yang terjadi itu tidak hanya menghancurkan pohon ataupun rumah saja tetapi juga tiang listrik yang terbuat dari beton.

Saat musim pancaroba terjadi, biasanya akan muncul beragam jenis penyakit.

Hal tersebut dapat terjadi karena adanya perubahan iklim yang kemudian menyebabkan perubahan suhu dan kelembaban udara.

Terlebih, ternyata lingkungan lembab mendorong perkembangbiakan virus dan bakteri menjadi lebih lama.

Baca juga: Apa Itu Bilangan Romawi atau Angka Romawi

Beberapa di antara penyakit yang sering muncul saat musim pancaroba, di antaranya:

1. Flu

Anak-anak paling sering terkena penyakit influenza saat musim pancaroba.

Gejala yang dialami biasanya hidung tersumbat, batuk kering, dan mudah lelah.

Influenza bisa dicegah dengan makan-makanan yang bergizi dan cukup.

Pada orang yang sedang menjalankan diet juga biasanya rentan terkena influenza ketika musim pancaroba.

Sebab, musim tersebut bisa menyebabkan tubuh kekurangan asupan nutrisi sehingga tubuh menjadi rentan terserang penyakit.

2. Demam berdarah

Penyakit demam berdarah atau DBD disebabkan oleh virus yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Nyamuk yang menggigit orang yang sakit akan membawa virus, lalu menularkannya ke orang lain saat menggigit orang yang sehat.

Nyamuk banyak berkembang biak di daerah yang hangat dan lembab.

Untuk mencegah DBD, yang terpenting adalah mencegah perkembangbiakan nyamuk di daerah tempat tinggal.

Pemerintah juga telah mengeluarkan Program 3M Plus.

Program yang pertama adalah menguras bak mandi, tempayan, dan ember.

Kedua, mendaur ulang barang-barang bekas.

Ketiga, memantau wadah yang mungkin terjadi genangan air yang bisa menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.

3. Infeksi saluran pernapasan

Perubahan musim berkaitan dengan perubahan cuaca.

Perubahan cuaca ini akan memicu perubahan suhu dan kelembaban udara yang berefek pada saluran pernapasan.

Gejala infeksi saluran pernapasan adalah batuk berdahak, hidung tersumbat, flu dan bersin, pusing, serta nyeri otot.

Terkadang infeksi ini juga disertai demam. Infeksi ini bisa dicegah dengan menjaga imunitas tubuh.

Cara menjaga imunitas tubuh adalah dengan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, istirahat yang cukup, hindari stress, dan rajin mencuci tangan.

4. Sakit kepala

Sakit kepala, khususnya migrain menjadi satu penyakit yang bisa terjadi saat musim pancaroba.

Hal itu disebabkan oleh turunnya tekanan udara, kenaikan tajam kelembapan udara, atau turunnya suhu udara yang tiba-tiba dapat memicu terjadinya sakit kepala terutama migrain.

Menurut salah satu survei pada penderita migrain di Amerika, 53 persen responden menyatakan bahwa salah satu pemicu dari migrain tersebut adalah perubahan cuaca.

Selain itu, cuaca dingin yang ekstrem atau sinar matahari yang terlalu panas juga dapat memicu ketidakstabilan komponen kimiawi dalam otak sehingga memicu sakit kepala.

Cuaca yang terlalu dingin juga dapat membuat pembuluh darah menyempit sehingga menghambat suplai darah yang menuju ke otak.

Berikut merupakan tips dalam menghadapi musim pancaroba:

1. Sedia jaket atau jas hujan.

2. Manerapkan pola makan sehat serta seimbang.

3. Istirahat cukup dan mengonsumsi cukup vitamin.

Itulah rangkuman penjelasan mengenai apa itu musim pancaroba. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca apa itu lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved