Breaking News:

Lampung Selatan

Pembudidaya Kerang Hijau Merugi Akibat Gelombang Tinggi di Pantai Timur Laut Lampung Selatan

Gelombang tinggi yang mengantam pantai timur Lampung Selatan menyebabkan puluhan pembudidaya kerang hijau di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang merugi.

Tribunlampung.co.id/Domi
Anggota kelompok budidaya yang sedang memanen kerang hijau. Pembudidaya Kerang Hijau Merugi Akibat Gelombang Tinggi di Pantai Timur Laut Lampung Selatan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Gelombang tinggi yang mengantam pantai timur Lampung Selatan menyebabkan puluhan pembudidaya kerang hijau di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan merugi.

Pasalnya gelombang tinggi tersebut menghancurkan tiang pancang, ban motor bekas dan tali yang digunakan untuk membudidaya Kerang Hijau.

Ketua Kelompok budidaya kerang hijau Sinar Semendo 1 Desa Legundi Amran Hadi mengatakan, tahun ini merupakan musim panen terburuk, cuaca buruk menyebabkan puluhan kerang hijau gagal panen.

"Tahun ini saya ngeluarin uang Rp 30 juta untuk modal budidaya kerang hijau. Tapi modal yang kembali cuma Rp 5 juta. Terpaksa Rp 5 juta itu yang saya putar untuk jadi modal lagi," kata Amran, Senin (27/09/2021).

"Walaupun tidak beruntung, tapi saya mencoba untuk tetap bersyukur. Daripada kita pikirkan, malah jadi stres. Yang penting kita jangan berhenti berusaha," ungkapnya.

Amran menuturkan dirinya sudah 3 tahun menekuni budidaya kerang hijau, namun gelombang tinggi yang terjadi tahun ini merupakan gelombang tinggi terparah selama ia menekuni budidaya kerang hijau tersebut.

"Dari penanaman sampai panen itu prosesnya 5 bulan. Sekali panen 1 ban bisa menghasilkan 10-15 kg," ujarnya.

"Akibat cuaca buruk saat ini, kami hanya bisa memanen 1 ban setengah kilo atau satu kilo. Pernah juga tidak ada sama sekali. Paling banyak paling hanya 5 kg, itupun cuman 1 atau 2 ban saja," terangnya.

Arman mengatakan dirinya terpaksa menjual kerang hijaunya sedikit lebih tinggi karena kurangnya jumlah panen dari kerang hijau tersebut.

"Saat ini harga kerang hijau mengalami kenaikan. Kami menjual dengan harga Rp 6.000 sampai Rp 7.000, untuk orang yang akan menjual kerang hijau itu lagi. Kalau dibeli untuk kebutuhan pribadi, kami menjualnya Rp 7.500 per kilogramnya," ujarnya.

Arman berharap cuaca buruk segera berakhir, karena jika cuaca seperti ini terus pembudidaya kerang hijau dikampungnya terancam gulung tikar, karena kehabisan modal

"Semoga cuaca buruk segera berakhir. Lama-lama kami terancam gulung tikar karena kehabisa modal. Sebab banyak kebutuhan rumah tangga juga yang harus dipenuhi, sedangkan hasil panen berkurang," ungkapnyam

Arman juga berharap pemerintah daerah dapat mempredulikan nasib pembudidaya kerang hijau dikampungnya, supaya mereka dapat tetap melanjutkan usahanya budidaya kerang hijau.

"Sebagai perwakilan teman-teman petani kerang hijau dikampung saya. Kami berharap pemerintah daerah dan dinas perikanan serta dinas terkait untuk dapat membantu usaha kami. Terutama saat sedang cuaca buruk seperti ini. Kami membutuhkan bantuan modal untuk melanjutkan usaha kami. Supaya kami tidak gulung tikar," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved