Apa Itu
Apa Itu Interaksi Sosial, Ciri-ciri serta Bentuknya
Interaksi sosial begitu penting dalam keseharian. Tapi apa itu interaksi sosial? Berikut penjelasannya.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pembahasan apa itu interaksi sosial sudah menjadi bagian dari materi ilmu sosial.
Dalam keseharian, sebenarnya manusia juga telah melakukan interaksi sosial.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memaknai interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara perseorangan dan perseorangan, antara perseorangan dan kelompok, dan antara kelompok dan kelompok.
Sedangkan menurut Hubert Bonner dalam Social Psychology (1953), interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih.
Hal serupa juga dikatakan Gillin dan Gillin. Mereka menyebutkan bahwa pengertian interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antara perorangan, kelompok, maupun gabungan keduanya.
Baca juga: Apa Itu Bulan Purnama Stroberi, Satu Fenomena Alam yang Langka
Sementara menurut sosolog asal Indonesia, Soerjono Soekanto disebutkan interaksi sosial adalah sebuah proses sosial yang memiliki hubungan dengan berbagai cara untuk membangun sistem dalam hubungan sosial.
Menurut teori interaksi sosial, perilaku masyarakat ditentukan oleh tekanan pada lingkungan sekitarnya, termasuk kelompok sosial.
Georg Simmel, sosiolog dan filsuf asal Jerman mengatakan bahwa masyarakat muncul berkat adanya interaksi sosial kemudian membentuk kesatuan dalam jangka pendek maupun panjang.
Melalui interaksi yang bersifat timbal balik itu, individu akan saling berhubungan dan memengaruhi satu sama lain.
Adapun ciri-ciri interaksi sosial, antara lain:
Baca juga: Apa Itu Ide Pokok, Berikut Penjelasan Lengkapnya
1. Melibatkan lebih dari satu orang.
2. Adanya komunikasi antara pelaku dengan cara kontak sosial.
3. Maksud dan tujuan yang ditentukan jelas.
4. Terdapat dimensi waktu (masa lalu, masa kini dan masa akan datang).
Jenis-Jenis interaksi sosial
Gillin dan Gillin menjelaskan ada tiga jenis interaksi sosial, yaitu:
1. Interaksi antara individu dengan individu
Interaksi ini terjadi saat dua individu bertemu, baik ada tindakan maupun tidak.
Individu sadar ada pihak lain yang menimbulkan perubahan pada diri individu tersebut akibat faktor-faktor tertentu.
2. Interaksi antara individu dengan kelompok
Interaksi ini berbeda-beda sesuai keadaan terlihat mencolok saat terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok.
3. Interaksi antara kelompok dan kelompok
Kelompok merupakan satu-kesatuan, bukan pribadi.
Syarat terjadinya interaksi sosial
Soerjono Soekanto mengemukakan syarat terjadinya interaksi sosial ada dua yaitu kontak sosial dan komunikasi. Berikut ini penjelasannya:
1. Kontak sosial
Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk yaitu antarorang, antara perorangan dengan kelompok, serta antara kelompok dengan kelompok.
Kontak sosial bisa bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif adalah kontak sosial yang mengarah pada kerjasama.
Kontak sosial negatif mengarah pada pertentangan atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan kontak sosial. Contohnya, kompetisi atau persaingan.
Syarat pertama terjadinya interaksi sosial ini juga dapat bersifat primer atau sekunder.
Kontak primer terjadi bila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. Sedangkan kontak sekunder memerlukan perantara.
2. Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi (pesan, ide, dan gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain untuk saling memengaruhi.
Proses komunikasi dapat terjadi dengan dua cara, yaitu komunikasi verbal (bentuk komunikasi secara lisan dan tulisan) dan komunikasi nonverbal (bentuk komunikasi memakai simbol-simbol).
Faktor-faktor yang memengaruhi interaksi sosial
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi interaksi sosial adalah:
Imitasi dapat mendorong individu atau kelompok untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang baik.
Sugesti dapat terjadi bila individu yang memberikan pandangan tersebut adalah orang berwibawa atau karena sifatnya otoriter.
Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain, secara lahiriah maupun batiniah.
Simpati adalah bentuk interaksi yang melibatkan ketertarikan individu terhadap individu lainnya.
Dorongan utama simpati adalah keinginan memahami pihak lain dan bekerja sama.
Empati adalah perasaan yang menempatkan diri seolah berada di posisi seseorang atau kelompok tertentu yang sedang mengalami suatu perasaan tertentu.
Motivasi adalah semangat atau dorongan yang diberikan kepada individu ke individu atau kelompok ke kelompok, maupun antara individu dengan kelompok.
Bentuk interaksi sosial
Bentuk interaksi sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu proses sosial asosiatif dan disasosiatif. Berikut penjelasan selengkapnya:
1. Proses asosiatif
Proses ini penting untuk integrasi dan kemajuan masyarakat. Dalam proses sosial ini anggota-anggota masyarakat berada dalam keadaan harmoni yang mengarah pada pola-pola kerjasama.
Ada setidaknya empat bentuk dalam proses ini, di antaranya:
a. Kerja Sama
Kerja sama adalah usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama biasanya berawal dari kesamaan orientasi.
Bentuk kerja sama dibagi menjadi 4 yaitu kerja sama spontan, kerja sama langsung, kerja sama kontrak, dan kerja sama tradisional.
b. Akomodasi
Akomodasi adalah proses penyesuaian diri orang perorang atau kelompok-kelompok manusia yang semula saling bertentangan.
Proses ini dilakukan sebagai upaya mengatasi ketegangan-ketegangan antara pihak yang bertentangan.
Tujuannya agar tercipta keseimbangan interaksi sosial terkait norma dan nilai dalam masyarakat.
c. Asimilasi
asimilasi adalah proses sosial yang ditandai usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia.
Proses ini meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses mental dengan memperhatikan tujuan dan kepentingan bersama.
d. Akulturasi
Koentjaraningrat mengartikan akulturasi sebagai proses sosial yang timbul bila kelompok manusia kebudayaan tertentu berhadapan dengan unsur-unsur dari kebudayaan asing.
Unsur-unsurnya kebudayaan asing itu lambat laun diterima tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
2. Proses diasosiatif
a. Persaingan
Persaingan adalah suatu proses sosial ketika ada dua pihak atau lebih saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu.
Bentuk interaksi sosial ini terjadi bila beberapa pihak menginginkan sesuatu yang jumlahnya sangat terbatas atau sesuatu yang menjadi pusat perhatian umum.
b. Kontravensi
Kontravensi merupakan proses sosial yang ditandai ketidakpastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang tidak diungkapkan secara terbuka.
Penyebabnya adanya perbedaan pendirian antara kalangan tertentu dengan kalangan lain dalam masyarakat, atau dengan pendirian masyarakat.
c. Pertikaian
Pertikaian merupakan bentuk lanjut kontravensi artinya perselisihan sudah bersifat terbuka.
Umumnya, terjadi karena perbedaan antara kalangan tertentu dalam masyarakat semakin tajam.
d. Konflik
Menurut Soerjono Soekanto, konflik adalah proses sosial di mana orang perorangan atau kelompok manusia berusaha memenuhi tujuan dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan.
Baca juga: Apa Itu Negasi dalam Matematika, Berikut Penjelasannya
Itulah penjelasan mengenai apa itu interaksi sosial. ( Tribunlampung,co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/arti-mimpi-teman-meninggal-isyarat-pererat-silaturahmi.jpg)