Breaking News:

PON Papua 2021

Penonton di Stadion Saat PON XX Papua Dibatasi

Jumlah penonton yang hadir secara langsung di stadion saat PON XX di Papua dibatasi.

Editor: taryono
(Dok. Kemendagri)
Mendagri Tito Karnavian 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Jumlah penonton yang hadir secara langsung di stadion saat PON XX di Papua dibatasi.

Hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri ( Inmendagri) Nomor 46 tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua yang dikeluarkan Mendagri) Tito Karnavian.

Dilansir dari siaran pers Kemendagri, Selasa (28/9/2021), penegakan protokol kesehatan ditunjukkan demi suksesnya perhelatan pesta olahraga terbesar nasional ini.

Ketentuan dalam Inmendagri Nomor 46 tahun 2021 ini menegaskan bahwa penyelenggara wajib memastikan para atlet, ofisial, panita, penonton, dan masyarakat di sekitar lokasi telah mendapatkan vaksin, minimal tahap pertama.

Kemudian, jumlah penonton yang hadir secara langsung di stadion pun dibatasi.

Baca juga: HASIL Softball Putra PON XX Papua 2021, Lampung Gulung Papua Barat 9-0

Selain itu, penyelenggaraan nonton bareng tidak boleh diadakan. 

Pengecekan kesehatan tamu dan penonton dilakukan dengan menunjukkan hasil tes PCR (2x24 jam) atau tes antigen (1 X 24 jam) dan bukti telah divaksin Covid-19.

Untuk itu, Kemendagri siap merangkul dan bersinergi juga dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI-Polri, serta Satgas Provinsi, Dinas Kesehatan, dan panitia penyelenggara PON.

Penguatan disiplin protokol kesehatan adalah hal yang utama dalam pesta olehraga nasional ini.

Kemendagri juga akan mengkampanyekan Gerakan Pembagian Masker, di sejumlah kota yang menyelenggarakan PON.

Gerakan tersebut dimaksudkan untuk mengajak kesadaran masyarakat untuk selalu meningkatkan disiplin memakai masker.

Untuk diketahui, penyelenggaraan PON XX ini menjadi ajang promosi yang akan membuat masyarakat di luar Papua tertarik mengenal dan memahami kondisi di daerah yang sangat indah alamnya ini.

Selain itu, perhelatan olahraga yang pertama diselenggarakan pada 1948 di Solo itu, bukanlah hanya pertandingan olahraga semata tapi juga memiliki nilai kebangsaan dan nasionalisme.

Serta juga momentum kebangkitan nasional dari Covid-19.

sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved