Apa Itu

Apa Itu Kalimat Aktif, Cek Bedanya dengan Kalimat Pasif

Istilah Kalimat Aktif umum dibahas di dalam bahasa Indonesia. Lalu Apa Itu Kalimat Aktif? Berikut penjelasannya.

Tayang:
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Kompas.com
Ilustrasi Apa Itu Kalimat Aktif 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dalam bahasa Indonesia, ada istilah yang disebut dengan Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif. Lalu Apa Itu Kalimat Aktif?

Menurut Dendy Sugono dalam Sintaksis Bahasa Indonesia: Analisis Fungsi Sintaktik (2019), Kalimat Aktif adalah kalimat yang menunjukkan suatu perbuatan yang dilkaukan oleh subyek.

Umumnya, Kalimat Aktif akan menggunakan imbuhan me- atau ber-. Berbeda dengan Kalimat Pasif yang akan menggunakan imbuhan di-.

Terdapat dua jenis Kalimat Aktif, yaitu Kalimat Aktif yang berobyek dan Kalimat Aktif yang tidak berobyek.

1. Kalimat aktif berobyek

Baca juga: Apa Itu Bilangan Prima dalam Matematika

Kalimat aktif berobyek disebut juga kalimat transitif.

Kalimat ini diketahui dapat diubah menjadi Kalimat Pasif, dengan mengganti awalan pada predikatnya.

Predikatnya biasa ditandai dengan awalan me-, meng-, ditambahkan verba aktif.

Verba aktif, misalnya makan, minum, masak, dan sejenisnya. Sayangnya, predikat aktif yang dapat ditautkan dengan obyek jumlahnya terbatas.

Contoh:

Baca juga: Apa Itu Akulturasi, Cek Bedanya dengan Asimilasi

Feni mencuci baju.

Siswa kelas II mengerjakan ulangan Bahasa Indonesia.

Ani masak semur ayam.

2. Kalimat aktif tidak berobyek

Kalimat aktif tidak berobyek disebut juga kalimat intrasinitif.

Kalimat jenis ini tidak membutuhkan kehadiran obyek atau keterangan.

Kalimat aktif tanpa obyek, tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif.

Predikatnya dapat berupa dengan awalan me-, ber-, atau verba aktif.

Verba aktif, misalnya datang, pergi, masuk, kembali, pulang, bangkit, dan sejenisnya.

Jumlah verba aktif yang dapat ditautkan pada kalimat jenis ini jumlahnya lebih banyak.

Contoh:

Obi memasak di dapur.

Ayah berolahraga setiap pagi.

Wendy pulang ke Makassar.

Kalimat Pasif

Mengenali kalimat pasif lebih mudah karena predikatnya mengandung imbuhan di-, ter-, serta ke- dan -an.

Subyek dalam kalimat pastif bukan sebagai pelaku, melainkan sasaran perbuatan.

Pada beberapa kalimat pasif, subyek tidak terlihat atau terselubung tetapi tetap memenuhi syarat keutuhan kalimat.

Menurut Dendy Sugono dalam Sintaksis Bahasa Indonesia: Analisis Fungsi Sintaktik (2019), jika subyek suatu kalimat tidak berperan sebagai pelaku, tetapi sebagai sasaran perbuatan yang dinyatakan predikat, kalimat itu disebut kalimat pasif.

Berikut contohnya:

Baju disertrika Tuti.

Buku dibaca Dodit.

Pasar kencong terbakar.

Balikpapan kebanjiran.

Baca juga: Apa Itu Ovipar dan Contohnya

Itulah penjelasan tentang Apa Itu Kalimat Aktif. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca apa itu lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved