Breaking News:

Tanggamus

Penanganan Darurat Banjir Way Liwok Tanggamus Lampung Berakhir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus menutup penanganan darurat bencana di Pekon Way Liwok, Kecamatan Wonosobo.

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung / Tri
Hasil normalisasi sungai di Way Liwok pada lokasi penyebab banjir. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus menutup penanganan darurat bencana di Pekon Way Liwok, Kecamatan Wonosobo.

Menurut Kasi Kedaruratan BPBD Tanggamus Budi, penutupan masa tanggap darurat karena normalisasi Sungai Way Liwok telah selesai. Khususnya normalisasi pada titik yang menjadi penyebab banjir, yakni sebelum Pasar Wonosobo.

"Untuk normalisasi di Way Liwok sudah selesai, penanganan tanggap darurat juga sudah kami tutup," ujar Budi, Kamis (30/9/2021).

Ia mengaku, untuk di Pekon Way Liwok, normalisasi dilakukan di aliran sungai sepanjang 270 meter. Normalisasi berupa pengerukan dasar sungai dan pembersihan aliran sungai dari tanaman.

Baca juga: Banjir Doa untuk Tukul Arwana yang Dilarikan ke Rumah Sakit karena Pendarahan Otak

"Selain di Way Liwok, dilakukan juga normalisasi aliran sungai itu yang ada di Pekon Sinar Saudara, dan Soponyono," terang Budi.

Ia mengaku, memang tidak sepanjang aliran sungai dinormalisasi karena kendala di lapangan. Seperti kondisi bangunan yang ada di aliran sungai. Pada lokasi tersebut terpaksa tidak dilakukan normalisasi.

"Tidak semua dinormalisasi sebab kondisi lapangannya. Kalau kami paksakan akhirnya hanya merusak alat, karena memang tidak bisa dimasuki," ujar Budi.

Ia mengaku, memang kondisi sungai di Pekon Way Liwok, khususnya lokasi aliran sungai penyebab banjir memang lokasi padat penduduk.

Sisi-sisi sungai sudah dibangun bangunan milik masyarakat.

Dan untuk ke depannya, BPBD Tanggamus minta agar masyarakat jangan mendirikan bangunan apa pun pada daerah aliran sungai atau bantaran sungai.

Sebab area itu digunakan untuk pembuangan material sungai saat normalisasi serta memberikan jalur alat berat untuk turun ke sungai saat normalisasi. Manfaat lainnya bisa untuk tanggul cegah luapan air sungai.

Menurut Edi Nugroho, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tanggamus, pihaknya sedang usulkan untuk pembangunan talud sungai di lokasi penyebab banjir.

Sebab aliran sungai mudah longsor karena tidak ada penahan tanah. Jika longsor maka sungai jadi dangkal lagi dan akhirnya sebabkan banjir.

"Kami sedang usulkan pembuatan talud, semoga saja bisa terealisasi. Sebab kondisi sungainya memang butuh talut," terang Nugroho.

( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved