Breaking News:

Lampung Selatan

Kisah Veteran TNI Lampung Selatan, Yusuf Ikut Penumpasan PRRI dan G30S/PKI di Sumsel

M Yusuf Syahib merupakan seorang veteran TNI yang ikut menumpas pemberontakan PRRI dan Permesta dan pemberontakan G30/S PKI tahun 1965.

Tribunlampung.co.id/Domi
M Yusuf Syahib memegang piagam penghargaan yang pernah diraih selama menjadi prajurit TNI. Kisah Veteran TNI Lampung Selatan, Yusuf Ikut Penumpasan PRRI dan G30S/PKI di Sumsel 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - M Yusuf Syahib merupakan seorang veteran TNI yang ikut menumpas pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan Permesta dan pemberontakan G30/S PKI tahun 1965.

M Yusuf Syahib lahir di Kalianda, 15 februari 1941, 80 tahun silam.

Ia memulai karir militernya di tahun 1959 dan pensiun di tahun 1990.

Terakhir kali dinas di Kodim 0421/ Lampung Selatan pada tahun 1990.

M Yusuf Syahib mengatakan pernah menjadi sekretaris di Legion Veteran Republik Indonesia (LVRI) cabang Lampung Selatan yang saat itu diketuai oleh Zahidin Mucthar.

Jabatan yang pernah ia duduki yakni Bati Minpres DIM 0421/LS, DAN Satgas Intel REM 043. Bantumin DIM 0411 Koramil Sukadana. DAN Ton Tata Liman Prop LAMPUNG. DAN Ton Pengamanan Gunung Balak.

Tidak banyak yang dapat ia ceritakan dari kisah perjuangannya, namun dapat digambarkan dalam sebuah arsip yang ia simpan selama bertugas sebagai TNI AD tersebut.

"Saya pernah dikirim dalam penugasan operasi PRRI Dan Permesta di Sumatera Selatan tahun 1960-1962. Lalu dikirim dalam operasi konfrontasi Malaysia di Sumatera Selatan tahun 1963-1964. Dan penumpasan G30SPKI di Sumatera Selatan tahun 1965," kata Yusuf, Jumat (1/10/2021).    

Beberapa penghargaan pernah ia raih atas keberhasilannya menumpas beberapa aksi pemberontakan ataupun penghargaan karirnya.

SL Kesetiaan VIII TAHUN Prajurit Setia tahun 1960. SL Sapta marga ops PRRI Permesta tahun 1960-1962. SL Wira darma Konfrontasi Malaysia. SL Penegak Penumpasan G30SPKI tahun 1965. SL Kesetiaan VXI TPrajurit Setia tahun 1960.

"Setelah tidak lagi menjadi prajurit TNI di tahun 1990, saya pernah menjabat sebagai Lurah Kalianda. Saat terjadi Dwifungsi ABRI di tahun 1985-1995. Saya juga pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari fraksi Kebangkitan Bangsa (Golkar)," katanya.

Yusuf berpesan bagi kaum muda untuk meneruskan cita-cita pendiri bangsa, jangan sampai Pancasila cuma menjadi legenda semata.

"Jangan cuma dapat menghafal Pancasila, tapi kita juga harus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dan senantiasa menerapkan atau diimplementasikan sila dan norma yang terkandung di dalamnya di kehidupan sehari-hari," kata Yusuf.

"Menjaga kesatuan dan persatuan NKRI bisa dilakukan dengan cara apa saja. Dengan toleransi beragama, mempunyai rasa nasionalisme yang tingga dan cinta tanah air. Ikut kegiatan yang dapat menumbuhkan semangat kebhinekaan, banyak macamnya," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved