Breaking News:

Pringsewu

Remaja di Pringsewu Lampung Jadi Pengedar Sabu

Pria yang diduga sebagai kurir itu diamankan di Terminal Pringsewu, 30 September 2021 siang, berikut barang bukti sabu.

Dok Polres Pringsewu
Polres Pringsewu meringkus pengedar dan kurir sabu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Satuan Reserse Narkoba Polres Pringsewu mengamankan dua pelaku yang diduga terkait dengan peredaran narkotika jenis sabu-sabu.

Keduanya yakni seorang remaja berinisial A (17), warga Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, dan WCP (24), warga Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu.

Kasat Narkoba Polres Pringsewu Iptu Khairul Yassin Ariga  mengungkapkan, penangkapan itu berawal dari adanya informasi terkait akan adanya transaksi narkotika jenis sabu di areal Pasar Terminal Pringsewu.

Berdasarkan informasi tersebut, petugas polisi langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil mengamankan WCP.

Baca juga: Polresta Bandar Lampung Ringkus Pengedar Narkoba, Sita Paket Sabu Beserta Timbangan Digital

Pria yang diduga sebagai kurir itu diamankan di Terminal Pringsewu, 30 September 2021 siang, berikut barang bukti sabu.

"Pada saat dilakukan penggeledahan, di saku celana WCP didapatkan barang bukti berupa sebuah plastik klip berisi kristal bening yang diduga sabu seberat 0,3 gram," ujar Khairul, Minggu (3/10/2021).

WCP mengakui barang haram itu miliknya dan baru dibeli dari A.

Kemudian petugas polisi melakukan pengembangan dengan metode undercover alias penyamaran.

"Pelaku A yang diduga berperan sebagai pengedar kami amankan di ruas jalan Simpang Tangkit Kecamatan Pugung, Tanggamus saat transaksi jual beli dengan anggota kami yang menyamar," kata Khairul.

Petugas mengamankan barang bukti berupa empat buah plastik klip yang berisi 1,51 gram narkotika jenis sabu yang disimpan di kantong celana.

Kedua pelaku kini diamankan di Mapolres Pringsewu guna mempertanggungjawabkan perbuatanya.

Keduanya dijerat pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. 

Namun karena salah satu pelaku masih tergolong anak di bawah umur, maka proses peradilan tetap mengacu pada UU No 11 Tahun 2021 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved