Berita Terkini Nasional
Brigadir Faisal Ariandi Mengaku Dipukuli Kapolsek Percut Sei Tuan
Brigadir Faisal Ariandi menuding Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Piter Napitupulu telah menganiaya dirinya
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kasus dugaan penganiayaan terjadi di Sumut.
Korban bernama Brigadir Faisal Ariandi.
Adapun pelaku terduka Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Piter Napitupulu.
Akibat kejadian itu, Brigadir Faisal Ariandi mengalami sejumlah luka di bagian wajahnya.
Dugaan penganiayaan ini diungkap Brigadir Faisal Ariandi.
Baca juga: Bahan Peledak 35 Kg Dijuluki The Mother Of Satan Ternyata Milik Napi Teroris JAD
Ia menuding Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Piter Napitupulu telah menganiaya dirinya
Istri Brigadir Faisal Ariandi, Retno Jati Ayu bahkan melaporkan kejadian itu ke Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumut
Namun, ada keterangan berbeda yang disampaikan saksi di lokasi
Fakta lain justru diungkap saksi.
Polisi yang ngaku jadi korban penganiayaan itu bernama Brigadir Faisal Ariandi.
Baca juga: Ayah Tak Percaya Anaknya Disebut Tewas Kecelakaan: Lukanya Seperti Ini, Kecelakaan Apa
Baca juga: 2 Orang Izin Menumpang ke Kamar Mandi, Ternyata Bunuh Bayi yang Baru Lahir
Brigadir Faisal Ariandi, anggota Polsek Percut Seituan yang mengaku dianiaya Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Piter Napitupulu diduga berbohong.
Menurut saksi mata, AKP Jan Piter Napitupulu tidak ada menganiaya Brigadir Faisal Ariandi.
Malah, kata saksi, Brigadir Faisal Ariandi sengaja guling-guling di tanah, hingga tubuh dan wajahnya luka.
"Saya melihat langsung kejadian itu. Dia (Faisal) sempat mohon-mohon di depan Kapolsek," kata saksi mata, Yudi Wibowo Sianturi, Jumat (1/10/2021).
Menurut Yudi, sebelum ditangkap karena merobohkan tembok bangunan pesantren di Desa Saentis, Faisal sempat terlihat makan durian bersama seorang lelaki di Jalan Cemara, sekitar Komplek Cemara Asri.
Lelaki yang mengajak Faisal makan durian adalah Haji Burhan, pemilik pesantren yang temboknya dirobohkan Faisal.
Karena kasus pengerusakan dan pengancaman dengan senjata api, Faisal pun ditangkap Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Piter Napitupulu bersama Kanit Provost.
Saat itulah dia guling-guling di tanah, dan memelas kepada atasannya agar tidak ditangkap dan ditahan.
"Memohon mohon dia bang. 'Ampun ndan. Ampun ndan'. Gitu - gitu lah dia bilang sama Kapolseknya sambil megang kaki Kapolseknya," terangnya.
Bahkan, Yudi juga melihat bahwa Faisal sempat mengantukkan kepalanya ke arah dinding, dan berguling - guling di lantai paving blok.
"Pokoknya kayak anak - anak yang enggak dikasih uang jajan gitu lah dia bang. Guling - guling ke paving blok itu. Makanya kami heran, ini polisi atau apa," ungkapnya.
Ia pun juga melihat AKP Jan Piter Napitupulu yang kemudian membawa Faisal ke Makopolsek untuk di mintai keterangan.
Yudi juga sempat heran, kenapa Faisal malah melaporkan atasannya dengan tuduhan penganiayaan.
Padahal, saat kejadian, dirinya dilarang oleh Kapolsek untuk merekam kejadian itu disebabkan permasalahan internal.
"Dilarang Kapolsek kami bang. Udah mau kami videoin. Tapi enggak boleh kata Kapolseknya. Jadi ya enggak kami rekam. Ehh malahnya dia melaporkan Kapolseknya," ungkapnya.
Diketahui, Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Piter Napitupulu dituding gebuki anggotanya Brigadir Faisal hingga lebam-lebam.
Baca juga: Pria di Bandung Barat Tega Aniaya Istri Sah Sampai Tewas di Depan Istri Siri
Tak hanya itu, kapolsek atlet karateka ini juga membuat Brigadir Faisal sesak nafas.
Tak terima atas perbuatan Jan Piter, istri Brigadir Faisal Ariandi, Retno Jati Ayu melaporkan kejadian itu ke Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumut.(cr7/tribun-medan.com)
sumber: warta kota
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/brigadir-faisalariandi.jpg)