Breaking News:

Universitas Terbaik Sumatera

Bobi Hidayat Dosen FKIP UM Metro Uraikan Fenomena Pendidikan Daring Saat Ini

Fenomena pendidikan daring merupakan sebuah keniscayaan di saat pandemi covid 19. Tidak masa pandemipun, pembelajaran daring perlu dilaksanakan sebaga

ist
Bobi Hidayat (Dosen FKIP UM Metro) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Universitas Terbaik Sumatera UM Metro, Fenomena pendidikan daring merupakan sebuah keniscayaan di saat pandemi covid 19. Tidak masa pandemipun, pembelajaran daring perlu dilaksanakan sebagai respon terhadap perkembangan teknologi yang telah merambah dunia pendidikan.

Revolusi industri 4.0 dan mulai beranjak pada masyarakat indsutri 5.0 pada beberapa Negara maju, berimbas pada perkembangan teknologi dibidang pendidikan. Dunia pendidikan yang bertugas mencetak generasi penerus yang lebih baik, menuntut untuk ikut serta dalam mengembangkan generasi penerus yang melek teknologi.

Virus Corona yang masih terus bergerilia sepertinya tidak akan berkahir karena belum terlihat ujungnya, menuntut harus hidup damai berdampingan dengan hidup manusia. Ada sisi baiknya karena mendukung terimplementasinya pembelajaran daring secara menyeluruh, namun ada sisi buruknya jika pembelajaran daring dilakukan secara penuh dan dalam kurun waktu yang lama. Salah satu kendala yang yang muncul adalah sulitnya membangun komunikasi yang intensif antara guru dan peserta didik dikarenakan pemahaman peserta didik terhadap media komunikasi yang belum memadai dan merata. Selain itu, guru sulit menanamkan nilai-nilai pada peserta didik melalui pelaksanaan pembelajaran secara daring.

Merujuk pada tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam Undang-undang sisdiknas nomor 20 tahun 2003, bahwa tujuan pendidikan tidak hanya sekedar transfer of knowlage akan tetapi juga penanaman nilai. Pendidikan memiliki tugas yang cukup berat untuk mencapai tujuan tersebut.

Menanamkan  nilai pada anak didik tidaklah mudah seperti menanam padi atau jagung, sekali atau dua kali ditanam dimugkinkan akan tumbuh dan tinggal dirawat dengan pemberian cukup air dan pemupukan. Menanamkan nilai ibarat mengukir di atas batu yang perlu dilakukan secara rutin, teratur dan penuh kesabaran hingga terlihat lukisanya.

 Menanam Berulang-ulang

 Nilai atau dalam istilah bahasa inggris disebut dengan value, dalam dunia pendidikan menjadi tujuan utama dan tidak dapat diabaikan. Habit pembelajar yang menerapkan nilai yang baik menjadi salah satu indikator ketercapaian tujuan pendidikan dalam menanamkan nilai.

Siswa yang berpengetahuan tinggi jika tidak memiliki nilai kebaikan dalam dirinya maka akan berdampak buruk terhadap pengetahuan yang dimilikinya. Nilai kebaikan ditanamkan kepada peserta didik perlu dilakukan dengan cara berulang-ulang dan berkesinambungan.

Nilai tidak dapat dapat diajarkan sekali, namun harus sesering mugkin diajarkan kepada anak didik. Keberhasilan penanaman nilai juga tidak terlepas dari upaya lain yaitu pemberian contoh atau suri tauladan.

Semisal nilai kejujuran, guru ingin menanamkan nilai kejujuran kepada siswa juga harus memberikan contoh kejujuran yang dinampakkan oleh guru. Dan hal itu dilakukan secara berulang-ulang hingga nampak nilai kejujuran itu pada prilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved