Breaking News:

Bandar Lampung

Cerita Petani Porang di Lampung, Bisa Raup Rp 200 Juta per Hektare

Petani di sejumlah kabupaten/kota di Lampung kini tengah berlomba-lomba meraup keuntungan dari tanaman umbi ini.

Tribunlampung.co.id / Daniel Tri Hardanto
Suhesi (kiri) dan Rifai menunjukkan porang di Koperasi Sabalam, Bandar Lampung, pekan lalu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Porang menjadi komoditas perkebunan yang sedang naik daun.

Bahan pangan terbarukan ini pun sudah mendapat atensi besar dari Presiden Joko Widodo.

Jokowi bahkan menyebut porang bakal menjadi salah satu komoditas andalan.

Demam porang pun melanda Indonesia, termasuk Lampung.

Baca juga: Salurkan Hobi saat Pandemi, Menyan Budidaya Tanamanan Hias Aglonema di Pekarangan Rumah

Petani di sejumlah kabupaten/kota di Lampung kini tengah berlomba-lomba meraup keuntungan dari tanaman umbi ini.

Suhesi (kiri) menunjukkan porang di Koperasi Sabalam, Bandar Lampung, pekan lalu.
Suhesi (kiri) menunjukkan porang di Koperasi Sabalam, Bandar Lampung, pekan lalu. (Tribunlampung.co.id / Daniel Tri Hardanto)

Salah satunya adalah Suhesi (46), warga Desa Rulung Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Pria ini sudah menekuni budi daya porang sejak 2019 silam.

Tak heran jika ia sering diundang untuk memberikan pelatihan kepada petani di sejumlah daerah, termasuk di luar Lampung.

Suhesi pun membagikan pengalamannya menanam komoditas yang memiliki nama latin amorphophallus muelleri itu.

Baca juga: Wujud Ketahanan Pangan, Dandim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes Budidaya Ikan Lele di Makodim

“Ada dua cara menanam porang, yakni menggunakan bibit umbi dan bibit katak,” kata Suhesi kepada Tribunlampung.co.id pekan lalu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved