Breaking News:

Bandar Lampung

Jadi Tersangka Pelanggaran Prokes di Bandar Lampung, Ustaz Abu Bakar Angkat Bicara

Padahal, saat kali pertama disidik di Mapolda Lampung, ia dipersangkakan pasal protokol kesehatan dan kerumunan.

tribun lampung/joeviter muhammad
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad. Tiga petinggi organisasi masyarakat di Bandar Lampung menjadi tersangka perkara dugaan pelanggaran protokol kesehatan. 

"Diketahui bersama bahwa selama penerapan PPKM, tidak diperbolehkan adanya kerumunan," kata Pandra, Kamis (7/10/2021).

Long march tersebut juga menimbulkan kerumunan dan mobilisasi massa dari satu tempat ke tempat lainnya.

Menurut Pandra, dugaan pelanggaran juga dengan tidak menggunakan protokol kesehatan, khususnya tidak memakai masker.

"Sekelompok masyarakat ini dipimpin beberapa orang yang sudah diidentifikasi dan dilakukan klarifikasi," jelas Pandra.

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan identifikasi, lanjut Pandra, berdasarkan hasil gelar perkara telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka.

"Hasil gelar perkara dapat diputus berdasarkan Pasal 216 Pasal 160 KUHP Pasal 93 Juncto Pasal 9 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dengan ancaman pidana satu tahun dan denda Rp 100 juta," imbuh Pandra.

Selain itu, tersangka diduga melanggar pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang penyebaran penyakit menular dengan ancaman hukuman penjara satu tahun. 

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, AQB, C dan Z akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut pada Jumat (8/10/2021) besok. 

Menurutnya, ketiga tersangka merupakan petinggi organisasi, pengurus, dan panitia penyelenggara kegiatan.

"Langkah tegas yang dilakukan Polda Lampung sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang penegakan disiplin protokol kesehatan dan ada sanksi sesuai aturan hukum berlaku," kata Pandra lagi.

Pandra menambahkan, meski PPKM sudah turun level, aparat penegak hukum di Lampung berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan serta memasifkan kegiatan vaksinasi.

"Masyarakat jangan lengah dan tetap patuhi protokol kesehatan dengan 5M dan 3T, termasuk mengaktifkan aplikasi PeduliLindungi di setiap aktivitas," tutur Pandra. 

( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved