Tempat Wisata

Tempat Wisata di Bandung, Uniknya Rumah Terbalik di Dago Dreampark

Rumah terbalik di Dago Dreampark adalah satu di antara tempat wisata di Bandung yang tak boleh ketinggalan saat berkunjung ke Kota Kembang.

Tayang:
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Tribun Jabar/Wildan Noviansah
Ilustrasi rumah terbalik. Tempat Wisata di Bandung, Uniknya Rumah Terbalik di Dago Dreampark 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Satu di antara tempat wisata di Bandung yang tak boleh ketinggalan untuk dikunjungi adalah Dago Dreampark.

Sebab, di sana terdapat rumah terbalik yang disebut dengan Anti Gravity.

Destinasi wisata itu berlokasi di Jalan Dago Giri No. 2.2, Desa Mekar Wangi, Lembang, Bandung Barat.

Anti Gravity merupakan wahana favorit yang ada di dalam kawasan wisata Dago Dreampark.

Ketika memasuki rumah terbalik tersebut, pengunjung akan disambut dengan suasana yang berbeda.

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung, Abadikan Banyak Kenangan di Jangari Hills

Hal itu karena semua benda yang ada di dalamnya juga dalam keadaan terbalik.

Meski rumah terbalik bukanlah destinasi wisata baru di dunia, Detrik, selaku content creator Dago Dreampark mengatakan Anti Gravity memiliki daya tarik tersendiri.

Keunikannnya tak lain adalah konsep yang dipakai dalam bangunan tersebut.

Sebab, rumah terbalik di Dago Dreampark ini mengusung konsep rumah bergaya tradisional khas Indonesia.

"Jika kebanyakan rumah anti gravitasi itu bergaya modern, kita bikin yang khas dengan budaya Indonesia," kata Detrik dikutip dari Tribun Jabar, Kamis (7/101/2021).

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung, Berenang di Samping Hamparan Sawah Ala Curug Kiara Danu

Agar konsep tradisional tersebut semakin kental, rumah tersebut dilengkapi dengan pajangan ornamen zaman dulu yang bergaya etnik.

Hal tersebut dapat dilihat dari adanya mesin jahit tua hingga nampan kayu.

Rupanya, Detrik melanjutkan konsep tersebut diambil sebagai bentuk mengenalkan budaya Nusantara kepada para pengunjung.

"Di samping kita menyuguhkan keunikan bangunan yang terbalik 180 derajat, kita juga usung konsep tradisional untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada para pengunjung," terangnya.

Kehadiran tempat wisata di Bandung tersebut ternyata mendapatkan respons yang positif.

Bahkan destinasi unik ini juga berhasil menarik perhatian para wisatawan.

Satu di antaranya adalah Afifah yang datang dari Baleendah, sebuah kecamatan di Bandung.

Ia mengatakan bahwa rumah terbalik di Dago Dreampark ini memberinya kesan unik dan menantang saat berkunjung.

"Ini pertama kalinya aku ke sini. Menantang sih, soalnya bangunannya terbalik, takut jatuh gitu," kata Afifah.

"Terus konsepnya unik kayak Sunda gitu, jadi kita bisa belajar kebudayaan tradisional juga," ujarnya lagi.

Untuk para pengunjung yang tertarik mengunjungi tempat wisata di Bandung ini bisa mendatangi Dago Dreampark.

Setiap pengunjung akan dikenakan tarif tiket sebesar Rp 30.000 per orang.

Namun dengan harga tersebut, pengunjung dapat memasuki beragam wahana yang ada di dalam kawasan destinasi tersebut, termasuk rumah terbalik yang disebut Anti Gravity.

Dago Dreampark diketahui buka mulai pukul 09.00-17.00 WIB untuk hari Senin-Jumat, sementara untuk akhir pekan dibuka sejak pukul 08.00-18.00 WIB.

Selain rumah terbalik di Dago Dreampark, adapula tempat wisata di Bandung lainnya yang layak dikunjungi.

Namanya Jangaril Hills. Destinasi ini menyajikan spot foto yang begitu eksotis, cocok bagi para pengunjung yang punya hobi fotografi.

Lokasinya tempat wistaa ini terletak di Cianjur. Jangari Hills menawarkan pemandangan genangan Cirata dan hamparan kolam jaring apungnya.

Tempat wisata Jangari Hills juga terdapat ratusan anak tangga yang menuju ke puncak.

Tak hanya itu, di Jangari Hills tersedia juga Hammock atau tempat tidur yang dikaitkan di pohon.

Hammock tersebut menjadi daya tarik pengunjung untuk bersantai bersama keluarga. 

Seorang pengunjung, Rahmat Hidayat (50) dari PPL Desa Bobojong, Kecamatan Mande, mengatakan, tempatnya cukup bagus dan ia berharap akan banyak ditanam pohon lagi sehingga lebih teduh.

"Diperbanyak lagi pohonnya, pasti lebih bagus, saya melihat konsepnya juga kena untuk keluarga," katanya.

Seorang pengunjung lainnya Andri Sutisna (25) mengatakan, karena belum selesai diperbaiki, akses jalan juga masih belum baik menuju kawasan wisata ini.

"Toilet sudah ada, perbanyak tempat sampah mungkin, karena pengunjung yang datang ke kawasan wisata alam suka iseng membuang sampah sembarangan," katanya.

Setelah menikmati tempat wisata di Bandung tak lengkap jika tidak menikmati kuliner Bandung. Satu di antaranya bebek bakar A Yayo.

Bebek Bakar A Yayo berada di Jalan Bengawan No. 67 Kota Bandung.

Letak Bebek Bakar A Yayo ini cukup strategis karena berada di pusat kota.

Hal itulah yang menjadikan Bebek Bakar A Yayo banyak didatangi pengunjung dalam dan luar kota.

Bebek Bakar A Yayo sudah berdiri sejak 2005 lalu yang memang memiliki banyak pelanggan tiap harinya yang datang.

Tak hanya dari warga setempat, pelanggan Bebek Bakar A Yayo ada dari kalangan instansi pemerintah, pegawai kantoran, pecinta bebek sampai pengunjung dari luar daerah.

Bebek Bakar A Yayo memiliki tempat makan yang sejuk dengan mengusung tema bangunan dengan aksen kayu hitam.

Tempat makan Bebek Bakar A Yayo menampakkan pemandangan yang klasik.

Ditambah lagi Bebek Bakar A Yayo ini berada di rumah zaman dulu yang makin menambah kesan sendu.

Bebek Bakar A Yayo ini sudah bertahan selama 15 tahu lamanya.

Pemilik restoran, Suharyono yang kerap sidapa A Yayo ini akhirnya memutuskan nama tempat makannya dengan Bebek Bakar A Yayo.

Memiliki pengalaman sebagai chef hote, Yayo mencari sendiri bumbu-bumbu rahasia yang ia gunakan untuk olahan bebeknya.

Pada 2009 lalu, Yayo sempat membuka beberapa cabang di Jakarta dan Lembang.

Namun tak bertahan lama, ia memutuskan untuk fokus mengurus di satu tempat saja.

Bebek Bakar A Yayo tetap buka saat pandemi meskipun mengalami penurunan sampai 50% di awal pandemi.

Namun saat bulan Ramadhan, Bebek Bakar A Yayo sering ramai pengunjung yang membelinya untuk dijadikan menu berbuka terlebih saat buka puasa bersama.

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung, Berikut Tempat Nasi Goreng Legendaris di Kota Kembang

Setiap harinya, tempat wisata di Bandung ini buka pukul 11.00 WIB sampai 21.00 WIB. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca tempat wisata di Bandung lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved