Breaking News:

Curanmor di Lampung Tengah

Pelaku Curanmor di Seputih Agung Lampung Tengah Hanya Kebagian Rp 500 Ribu

Sofyan (35), warga Kampung Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, hanya kebagian Rp 500 ribu dari penjualan motor curian.

Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Deni Saputra
Ilustrasi. Sofyan (35), warga Kampung Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, hanya kebagian Rp 500 ribu dari penjualan motor curian. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Sofyan (35), warga Kampung Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, hanya kebagian Rp 500 ribu dari penjualan motor curian.

Motor tersebut dijual oleh rekannya, Andi Septian (27), juga warga Kampung Sulusuban.

"Dijual dia (Andi). Saya hanya mendapat bagian Rp 500 ribu," terang Sofyan di Mapolsek Terbanggi Besar, Jumat (8/10/2021).

Uang itu digunakan Sofyan untuk membeli pakaian dan mencukupi kebutuhannya.

Baca juga: BREAKING NEWS 8 Bulan Buron, Pelaku Curanmor di Seputih Agung Lampung Tengah Diringkus Polisi

Untuk menghindari kejaran polisi, ia kerap berpindah-pindah tempat selama delapan bulan terakhir.

"Saya gak tinggal di rumah delapan bulan ini. Saya tinggal di rumah kawan di kampung lain," bebernya.

Rusman, warga Kampung Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, tak hanya menjadi korban curanmor.

Ia juga kehilangan sepeda.

"Sepeda saya juga hilang pada saat bersamaan. Pelaku masuk ke rumah dengan cara memanjat tembok, lalu merusak pintu belakang," kata Rusman, Jumat (8/10/2021).

Saat pencurian terjadi, ia dan keluarganya sedang berkunjung ke rumah kerabatnya.

"Saat saya pulang, motor di dalam rumah sudah tidak ada. Sepeda juga. Saya lihat pintu belakang rumah sudah terbuka dan rusak," jelas Rusman.

Saat memeriksa rekaman CCTV, ia baru sadar telah menjadi korban curanmor.

( Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved