Breaking News:

Lampung Selatan

187 Ribu Lebih Merchant di Lampung Sudah Pakai QRIS

Berdasarkan data Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Lampung, total merchant QRIS di provinsi Lampung sebanyak 187.177 merchant.

Tribunlampung.co.id/Sulis
Asisten Manager Analis Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran, KPw Bank Indonesia (BI) Lampung Triani Susanti. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Perkembangan ekosistem digital di Lampung dari waktu ke waktu semakin meningkat signifikan.

Termasuk melalui penggunaan fitur QRIS (Quick Response Code Indonesian Standart) dalam aplikasi pembayaran.

Berdasarkan data Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Lampung, total merchant QRIS di provinsi ini sebanyak 187.177 merchant berdasarkan data per 1 Oktober 2021.

Rinciannya terbanyak di Bandar Lampung 87.337 merchant.

Berikutnya Lampung Tengah 21.608 merchant, Lampung Selatan 17.489 merchant, Metro 9. 396, Lampung Timur 8.999, dan Lampung Utara 7847.

Berikutnya Pringsewu 6.191,Tulang Bawang 6. 556, Tanggamus 4.632, Way Kanan 4.102, Lampung Barat 3.382, Pesawaran 3.832,  Mesuji 2.803, Tulang Bawang Barat 2. 121, dan Pesisir Barat 882.

Asisten Manager Analis Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran, KPw Bank Indonesia (BI) Lampung Triani Susanti mengungkapkan, melalui penggunaan QRIS ragam manfaat bisa didapatkan penggunanya maupun merchant.

"Tentunya di kondisi pandemi seperti ini sangat menguntungkan bagi costumer melalui penggunaan fitur QRIS. Dapat meminimalkan kontak fisik, aman dan terlindungi karena diawasi BI, efisien, kekinian dan tentunya gratis," kata Triani dalam Workshop Jurnalistik Wartawan Regional Lampung Tahun 2021 di Ruang Legundi, Grand Elty Krakatoa Resort Kalianda, Jumat (8/10/2021).

Peluang digitalisasi memang semakin meluas terlebih di kondisi yang masih pandemi Covid-19.

Terlebih bagi pelaku UMKM (usaha mikro kecil menengah).

"Transformasi digital dan pertumbuhan transaksi digital semakin terakselerasi. Bahkan pelaku UMKM yang telah go digital lebih mampu bertahan dari dampak pandemi," imbuhnya.

Berdasarkan hasil survei UMKM BI di Lampung tahun 2020, terusnya, dari 2.970 responden, sebanyak 70,3 persen  pelaku UMKM terdampak berupaya menerapkan strategi penjualan online untuk meminimalkan dampak pandemi.

"UMKM yang telah go digital dan bergabung dalam korporatisasi lebih resilience atau bisa bertahan di tengah pandemi," paparnya.

(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia Markhamah)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved