Breaking News:

Berita Nasional

Jenderal TNI Dicopot setelah Viral Kirim Surat untuk Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Jenderal TNI yang melayangkan surat terbuka pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya dicopot dari jabatannya.

Tribunnews.com
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Mimika Papua, Jumat (7/5/2021), membahas strategi penanganan KKB Papua pasca ditetapkan sebagai teroris. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Jenderal TNI yang melayangkan surat terbuka pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya dicopot dari jabatannya.

Brigjen TNI Junior Tumilaar yang dari awal sudah menduga bakal mendapat sanksi dari TNI akhirnya harus kehilangan jabatan setelah membuat surat protes terbuka kepada Kapolri.

Inspektur Kodam XIII Merdeka itu dicopot dari jabatannya dan kini ditugaskan sebagai staf khusus KSAD.

Kabar pencopotan Brigjen TNI Junior Tumilaar ini disampaikan Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) AD Letjen TNI Chandra W Sukotjo.

Dia mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat perintah yang membebastugaskan Brigjen TNI Junior Tumilaar sebagai Inspektur Kodam XIII Merdeka.

Surat tersebut juga memerintahkan agar Junior ditempatkan sebagai staf khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Baca juga: Kabar Terbaru Isu Reshuffle Kabinet, Jenderal Andika Perkasa Tak Jadi Panglima TNI tapi Kepala BIN

Baca juga: Sosok Jenderal Polisi yang Langsung Turun Tangan Kasus Atlet Tinju DKI Dipukuli di PON Papua 2021

"Kepala Staf Angkatan Darat pada 8 Oktober 2021 telah mengeluarkan Surat Perintah Pembebasan dari Tugas dan Tanggung Jawab jabatan Brigjen TNI Junior Tumilaar sebagai Inspektur Kodam XIII Merdeka," ujar Chandra dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/10/2021)."Untuk kemudian ditempatkan sebagai Staf Khusus KSAD," lanjutnya.

Chandra menjelaskan, perintah bebas tugas tersebut dilakukan untuk melanjutkan proses hukum lebih lanjut kepada Junior.

Pasalnya, berdasarkan hasil klarifikasi terhadap Brigjen TNI JT di Markas Puspom AD, Jakarta, pada tanggal 22, 23 dan 24 September 2021, serta hasil pemeriksaan para saksi yang terkait dengan pernyataan Junior, maka telah didapatkan fakta-fakta dan perbuatan melawan hukum yang dilakukan olehnya.

Perbuatan melawan hukum dimaksud adalah pelanggaran Hukum Disiplin Militer dan pelanggaran Hukum Pidana Militer sesuai Pasal 126 KUHPM dan Pasal 103 ayat (1) KUHPM.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved