Breaking News:

Lampung Utara

Satreskrim Polres Lampung Utara Kembali Amankan Penambang Galian C Ilegal 

Satreskrim Polres Lampung Utara kembali mengamankan dua orang terduga penambang galian C. Modus operandi yang dilakukan, pelaku melakukan penambangan.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Hanif Mustafa
dok Polres Lampung Utara
Satreskrim Polres Lampung Utara kembali mengamankan dua orang terduga penambang galian C. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Unit Tipidter Satreskrim Polres Lampung Utara kembali mengamankan dua orang terduga penambang galian C (pasir).

Sebelumnya Unit Tipidter Satreskrim Polres Lampung Utara juga telah mengamankan dan memproses hukum dua orang penambang galian C.

Dua orang yang baru diamankan yakni AM (47) selaku pemilik lokasi warga desa Pagar Gading Kecamatan Blambangan Lampung Utara dan GND (50) pemilik mesin sedot warga desa Pagar Gading, Blambangan, Lampung Utara.

Selain mengamankan terduga pelaku aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya berupa 1 (satu) unit kendaraan truck Colt Diesel No.Pol BE 8294 NP bermuatan pasir, 1 (satu) unit mesin Alkon penyedot air, 4 (empat) unit skop dan uang tunai Rp 250.000 (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Baca juga: Berkat Sampah, Warga Lampung Utara Raih Kalpataru

Hal ini dikatakan Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Oktama mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail, Minggu 10 Oktober 2021.

kedua terduga pelaku diamankan saat mereka melakukan aktifitasnya di lokasi aliran sungai way pengubuan Dusun Gedung Jaya Desa Pagar Gading Kecamatan Blambangan Kabupaten Lampung Utara pada hari Senin 4 Oktober 2021.

“Keduanya sudah di Polres Lampung Utara untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Modus operandi yang dilakukan, pelaku melakukan penambangan galian C (pasir) dengan cara menyedot pasir di pinggiran sungai.

Akibat penyedotan tersebut membentuk lubang-lubang, adapun pelaku menggunakan mesin penyedot (diesel) merk NP 27 HP dan Alkon penyedot air.

Baca juga: Jumlah DPT di Lampung Utara 444.637 Jiwa per September 2021

Kemudian pasir disedot naik keatas dan ditempatkan di keranjang, setelah terkumpul selanjutnya dinaikan kedalam bak truck. 

Kata Eko, saat ini kedua terduga pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres dan tengah kita lakukan proses pemeriksaan

"Mereka dapat dijerat melanggar UU Nomor 4 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU Nomor 3 Tahun 2009 yang megatur tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman pidana 5 tahun," tandasnya. ( Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi ) 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved