Breaking News:

Bandar Lampung

Bank Lampung dan BPD di Sumbagsel Siapkan Kredit Sindikasi Rp 4 Triliun

Bank Lampung, bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbagsel lainnya segera memberikan penyaluran kredit kepada pemerintah daerah.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: soni
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bank Lampung, bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbagsel lainnya segera memberikan penyaluran kredit kepada pemerintah daerah. BPD Sumbagsel lainnya ialah Bank Sumsel Babel, Bank Jambi dan Bank Bengkulu.

Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat menjelaskan kredit yang dimaksud ialah kredit sindikasi.

Adapun penggunaannya guna pembangunan fisik, seperti infrastruktur dan sebagainya yang sejenis.

"Jadi ini pembiayaan bersama melalui BPD Sumbagsel untuk pemerintah daerah," kata dia, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Bank Lampung Berupaya Bangun Ekosistem Desa dan Pasar

Menurutnya, hal itu berdasar dari sebab masih berlangsungnya pandemi covid-19 yang mendesak pemerintah daerah merealokasi anggaran pembangunan untuk penanganan covid-19.

"Karena sejumlah anggaran terrefocusing untuk penanganan covid-19," ucap dia.

Harapannya dengan itu, pembangunan di Sumbagsel dapat terus berlangsung optimal meski pandemi covid-19 terus berjalan.

"Skema pembiayaan dari perbankan dinilai tepat untuk sumber dana talangan ketimbang meminjam dari lembaga penyalur lainnya," ungkap dia.

Sementara berdasar aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan batas maksimum pemberian kredit (BMPK) BPD pada pihak terkait ialah sebesar 10 persen dari modal perbankan. Namun, jika debitur berada di luar wilayah cakupan BPD tersebut maka BMPK bisa ditingkatkan menjadi 20 persen dari modal perbankan.

Degan skema ini, potensi BMPK pihak terkait dari empat bank yang bekerjasama bisa mencapai Rp 4 triliun per tahun atau meningkat dua kali lipat dibandingkan kapasitas semula.

"Sejauh ini ada beberapa pemerintah daerah di regio Sumbagsel yang tertarik untuk melakukan kredit sindikasi ini," kata dia.

Namun, meski sudah ada ketertarikan, BPD, kata dia, belum bisa mencairkan pinjaman tersebut.

"Tim kita sedang membuat teknis aturan pelaksanaannya. Sudah ada yang tertarik, tapi baru akan kita berikan setelah teknisnya jadi," jelasnya.

"Hal itu karena agar BPD memerhatikan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit tersebut," sebutnya.( Tribunlampung.co.id / V Soma Ferrer )
 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved